THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY CHARACTERISTICS AND STUNTING AMONG CHILDREN AGED 24–59 MONTHS IN NAGARI SINURUIK, THE WORKING AREA OF TALU COMMUNITY HEALTH CENTER

Authors

  • Gina Muthia Universitas Mercubaktijaya
  • Putri Nelly Syofiah Universitas Mercubaktijaya
  • Lushiana Lifaniura Universitas Mercubaktijaya
  • Ade Ayu Irawan Universitas Mercubaktijaya

DOI:

https://doi.org/10.62567/micjo.v3i3.3091

Keywords:

Stunting, Children Under Five, Maternal Nutritional Knowledge, Maternal Educational Level, Family Income

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem influenced by various direct and indirect factors, including maternal knowledge of nutrition, maternal education, and family income. This study aimed to determine the relationship between family characteristics and the incidence of stunting among children aged 24–59 months in Nagari Sinuruik, within the working area of Talu Public Health Center. This study used a quantitative descriptive-analytic method with a cross-sectional design. The study was conducted from February to August 2024, with data collection carried out from June 26 to 30, 2024. The study population consisted of 85 children aged 24–59 months, with a sample of 46 respondents selected using random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that 26 toddlers (56.5%) experienced stunting, 28 respondents (60.9%) had poor nutritional knowledge, 28 respondents (60.9%) had a lower educational level, and 24 respondents (52.2%) had low family income. There were significant relationships between maternal knowledge and the incidence of stunting (p=0.007), maternal education and the incidence of stunting (p=0.012), and family income and the incidence of stunting (p=0.009). The study concluded that maternal knowledge, maternal education, and family income were associated with the incidence of stunting among children aged 24–59 months. Public health center staff are expected to continue monitoring the nutritional status of toddlers and improve nutrition education for mothers, adolescents, and prospective brides and grooms.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adnyana, I. M. D. M. (2021). Populasi dan Sampel. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, 14(1), 103–116.

Agustin, L., & Rahmawati, D. (2021). Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 4(1), 30. https://doi.org/10.35473/ijm.v4i1.715

Astuti, S., & Lia Idealistiana. (2023). Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Ragemanunggal Wilayah Kerja Puskesmas Setu Ii Bekasi. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 9(4), 230–235. https://doi.org/10.33023/jikep.v9i4.1611

Dasril, O., & Annita. (2019). Karakteristik Keluarga terhadap Kejadian Stunting pada Anak SD di Kec. Nanggalo Kota Padang. Jurnal Sehat Mandiri, 14(2), 48–56. http://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/jsm

Di, B., Kerja, W., & Abang, P. (2024). Hubungan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Abang I Ni Putu Manik Juniantari. 12(1).

Kedokteran, P. S., Kedokteran, F., & Warmadewa, U. (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi dengan Kejadian Stunting Balita 12 - 59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tegallalang 1 konsekuensi yang jarang diingat , tetapi. 4(2), 275–281.

Kemenkes RI. (2022a). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.Kemenkes, 1–150.

Kemenkes RI. (2022b). Profil Kesehatan Indonesia 2021. In Pusdatin.Kemenkes.Go.Id.

Kemenkes RI. (2023). Makanan Lokal. Buku Resep Makanan Lokal Bayi, Balita Dan Ibu Hamil, 1–52.

Khofifah Indarwati, & Niluh Putu Evvy Rossanty 2. (2023). Promosi Kesehatan Tentang Pencegahan Stunting Pada Masyarakat Di Desa Kaliburu. Jurnal Publikasi Sistem Informasi Dan Manajemen Bisnis, 2(2), 152–160. https://doi.org/10.55606/jupsim.v2i2.1323

Kusumaningrum, P. R., Khayati, F. N., & Arvita, D. (2022). Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Gizi pada Balita Description Of Mother ’ S Knowledge About Nutrition In Tolls berhubungan dengan status kesehatan untuk dipahami dan dimengerti terutama merupakan kelompok umur yang paling pada kelompok rentan gizi . Kelom. Jurnal Keperawatan Notokusomo (JKN), 10(1), 1–10.

Lestari, W., Samidah, I., & Diniarti, F. (2022). Hubungan Pendapatan Orang Tua dengan Kejadian Stunting di Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6 Nomor 1(2614–3097), 3273–3279.

Maulida, M. (2022). Hubungan Karakteristik Keluarga Dan Status Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Aman Kabupaten Aceh Timur Tahun 2021. Getsempena Health Science Journal, 1(1), 19–35. https://doi.org/10.46244/ghsj.v1i1.1705

Nurmalasari, Y., Sjariani, T., & Sanjaya, P. I. (2019). Hubungan Tingkat Kecukupan Protein dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 6-59 Bulan di Desa Mataram. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 6(2), 92–97.

Permenkes. (2020). Standar Antropometri Anak (Vol. 21, Issue 1).

Qolbiyah, F. N., Yudia, R. C. P., & Aminyoto, M. (2021). Hubungan Praktik Pemberian Makanan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(6), 853–863. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i6.901

Septina, Y., Nurasiah, A., & Rosdiana, R. (2023). Hubungan antara pendidikan dan pengetahuan ibu tentang menu gizi seimbang dengan kejadian stunting pada anak usia 24 – 59 bulan. Journal of Nursing Practice and Education, 4(1), 156–161. https://doi.org/10.34305/jnpe.v4i1.948

Siregar, S. H., & Siagian, A. (2021). Hubungan Karakteristik Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Anak 6 – 24 bulan di Kabupaten Langkat. Tropical Public Health Journal, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.32734/trophico.v1i1.6049

Sukamto, I. S., Juwita, S., & Argaheni, N. B. (2023). Upaya pencegahan dan penanganan stunting dengan pengenalan program stunting melalui kader di Kota Surakarta. JMC: Journal of Midwifery in Community, 1(2), 11–23. https://jurnal.uns.ac.id/jmc/index

Utami, D. S., Rusmita, E., & Adji, D. R. (2022). Karakteristik Keluarga dan Karakteristik Pola Asuh Orang Tua dengan Balita Stunting Usia 23-59 Bulan Di Kelurahan Ciumbuleuit Kota Bandung. Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika), 8(1), 52–62. https://doi.org/10.58550/jka.v8i1.144

Waroh, Y. K. (2019). Pemberian Makanan Tambahan Sebagai Upaya Penanganan Stunting Pada Balita Di Indonesia. Embrio, 11(1), 47–54. https://doi.org/10.36456/embrio.vol11.no1.a1852

World Health Organization. (2022). Level dan tren di anak kekurangan gizi. 1–32.

Zogara, A. U., & Pantaleon, M. G. (2020). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(02), 85–92. https://doi.org/10.33221/jikm.v9i02.505

Published

2026-07-30

How to Cite

Muthia, G., Syofiah, P. N., Lifaniura, L., & Irawan, A. A. (2026). THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY CHARACTERISTICS AND STUNTING AMONG CHILDREN AGED 24–59 MONTHS IN NAGARI SINURUIK, THE WORKING AREA OF TALU COMMUNITY HEALTH CENTER. Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO), 3(3), 4099–4103. https://doi.org/10.62567/micjo.v3i3.3091

Similar Articles

<< < 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.