FILOSOFI BAKAR BATU SEBAGAI MODEL KEBERSAMAN BUDAYA LOKAL DALAM KERANGKA MANAJEMEN KOTA YANG AMAN
DOI:
https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i1.1964Keywords:
Bakar Batu, Kearifan Lokal, Keamanan ,Manajemen PerkotaanAbstract
Filosofi bakar batu merupakan tradisi masyarakat Papua yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan keamanan sosial. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi implikasi filosofi bakar batu terhadap pemikiran urban dalam konteks manajemen kota yang aman,dalam berbasis kearifan lokal dengan fokus pada Desa wamena. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi bakar batu dapat diterapkan dalam strategi manajemen kota melalui peningkatan solidaritas sosial, partisipasi masyarakat, dan penguatan identitas budaya sebagai upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih aman dan harmonis. Bakar batu berperan sebagai sarana untuk menghasilkan sumber daya yang tersedia. Ini sangat penting karena tantangan perkotaan dewasa ini biasanya berasal dari kurangnya kohesi sosial dan ketimpangan dalam hubungan antarwarga. Tradisi ini dalam konteks modern menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat bertahan di tengah perubahan sosial, bahkan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kota. Oleh karena itu, integrasi nilai budaya lokal dalam kebijakan perkotaan perlu didorong sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan berbasis komunitas.
Downloads
References
Distrik, D. I., Kabupaten, K., Jaya, P., & Papua, P. (2022). Vol. 15 No. 2 / April – Juni 2022. 15(2), 1–16.
Fauzi, D., Kurniawan, K., & Reza, F. (2024). Pengembangan Konsep Sustainable City Branding Kota Pangkalpinang sebagai Kota Kreatif. UMMagelang Conference Series, 358–367. https://doi.org/10.31603/conference.12016
Harefa, B., & Agustina, S. (2024). Tradisi Bakar Batu Dalam Perspektif KUHP Baru. 5(1), 837–845.
Hasruddin Dute. (2022). Integrasi Islam dan Budaya: Studi Budaya Bakar Batu Masyarakat Papua Pegunungan di Kota Jayapura. Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin, 21(1), 85–98. https://doi.org/10.18592/jiiu.
Nurkotib, S. A., DS, V. S., & Kumalasari, L. D. (2022). Makna Tradisi Bakar Batu Suku Dani (Studi Etnografi di Kalangan Masyarakat Kampung Alang-Alang V Kabupaten Keerom Papua). Sosial Budaya, 19(2), 155– 156. http://dx.doi.org/10.24014/sb.v19i2.19007
Ramadhan, M. F., & Adi Prasetijo. (2023). Warisan Budaya dalam Konteks Standar Internasional: Penjagaan Warisan Budaya Untuk Pembangunan Berkelanjutan. Janus, 1(2), 123–134. https://doi.org/10.22146/janus.v1i2.9127
Tabuni, A. N. (2023). Nilai dan Fungsi Budaya Bakar Batu Dalam Relasi Lintas Suku di Pegunungan Tengah Papua. Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 6(1), 171–185. https://doi.org/10.37329/ganaya.v6i1.2210
Wenda, I., & Purwanti, A. R. (2023). Budaya Bakar Batu Sebagai Upaya Penyelesaian Konflik Horizontal pada Masyarakat Adat Suku Dani. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 1(1), 1–11. https://doi.org/10.57235/jerumi.v1i1.1186
Handoko, S. T. (2020). Kearifan Lokal Sebagai Modal Sosial Dalam Mengembangkan Perdamaian Di Papua. MASA : Journal of History, 1(2), 94–113. https://doi.org/10.31571/masa.v1i2.1633
Jiharudin, & Mustofa, S. (2022). Budaya Bakar Batu Sebagai Wujud Toleransi Masyarakat Papua. Tsaqofah, 20(2), 89–100. https://doi.org/10.32678/tsaqofah.v20i2.6772
Kasenda, D. (2024). Strategi Ketahanan Nasional dari Perspektif Budaya Papua : Studi Kasus Tradisi Bakar Batu pada Masyarakat Pegunungan Papua. 4, 13749–13761.
Njatrijani, R. (2018). 3580-10649-3-Pb. Gema Keadilan, 5(September), 16–31.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jhafira Salsabilla, Karmila Sinen, Fadil Indra Santoso

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













