PENGARUH TERAPI OKUPASI AKTIVITAS WAKTU LUANG TERHADAP PERUBAHAN HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT JIWA ACEH

Authors

  • Lailaturrahmi Universitas Abulytama Aceh
  • Yadi Putra Universitas Abulyatama Aceh
  • Ellyza Fazlylawati Universitas Abulyatama Aceh

Keywords:

Terapi Okupasi; Aktivitas; Waktu Luang; Halusinasi Pendengaran

Abstract

Halusinasi pendengaran sering dialami oleh pasien gangguan jiwa, terutama mereka berada dalam fase akut gangguan psikotik. Suara-suara yang terdengar oleh pasien biasanya muncul tanpa adanya sumber eksternal yang nyata. Beberapa pasien mendengara suara yang berbicara langsung, memberikan komentar, menerintah, atau bahkan menghina. Pengalaman ini terjadi secara tiba-tiba dan kerap muncul saat pasien dalam kondisi stress, cemas, atau sedang sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi aktivitas waktu luang terhadap pasien gangguan jiwa dengan halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one grup Pretest-Posttest. Populasi berjumlah 76 responden dan sampel 15 orang responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 4 hari berturut-turut dengan durasi 10-35 menit. Pengukuran gejala halusinasi menggunakan skala AHRS (Auditory Hallucination Rating Scale) dengan conbach’s Alpha 0,910 dan dianalisis dengan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor halusinasi pendengaran setelah diberikan terapi okupasi aktivitas waktu luang dengan penurunan sebesar 2,13 dengan p value 0.001. Kesimpulan terdapat pengaruh terapi okupasi aktivitas waktu luang terhadap perubahan halusinasi pendengaran pada pasien di Rumah Sakit Jiwa Aceh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agus Supinganto, dkk. (2021). Keperawatan Jiwa Dasar. Medan: Yayasan Kita Menulis.

Andika, R. (2018). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemampuan Pasien Mengontrol Halusinasi Pada Penderita Skizofrenia. Jurnal Kebidanan, 10(01), 80. https://doi.org/10.35872/jurkeb.v10i01.301

Avelina, Y., et al. (2022). Keperawatan Jiwa. Bandung: Media Sains Indonesia.

Candra, A., et al. (2019). Efektivitas terapi okupasi menggambar dalam menurunkan gejala halusinasi pendengaran. Jurnal Neuropsikiatri, 6(3), 111-119.

Dewi, R., & Fitri, N. L. (2023). Terapi menggambar untuk mengurangi tingkat halusinasi pada pasien psikosis. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 8(1), 55-63.

Djunaedi, A., & Yitnarmuti, A. (2018). Terapi okupasi aktivitas waktu luang sebagai psikoterapi suportif pada pasien halusinasi pendengaran. Jurnal Psikoterapi Indonesia, 5(2), 45-53.

Donde, C., dkk. (2020). Validasi Skala Penilaian Halusinasi Auditori Versi Prancis pada Sampel Pasien Halusinasi dengan Skizofrenia. La Revue Canadienne de Psychiatrie, 65(4). https://doi.org/10.1177/0706743719895641

Fatihah, N., Nurillawatty, A., Yusrini, & Sukaesti, D. (2021). Terapi Okupasi Menggambar Terhadap Perubahan Tanda dan Gejala Halusinasi pada Pasien. Jurnal Keperawatan Merdeka, 1(Terapi Okupasi pada Pasien Halusinasi), 93-101. https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/

Fitri, N. Y. (2019). Pengaruh Terapi Okupasi terhadap Gejala Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Rawat Inap di Yayasan Aulia Rahma Kemiling Bandar Lampung. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, 7(1), 33. https://doi.org/10.47218/jkpbl.v7i1.58

Hardani, M. R., & Pratiwi, A. (2024). Terapi Menggambar Pada Pasien Skizofrenia Sebagai Strategi Untuk Mengontrol Halusinasi Pendengaran: Studi Kasus. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia, 3(4), 2028.

Ni Made Wijayanti, et al. (2019). Pengaruh terapi okupasi aktivitas waktu luang terhadap perubahan gejala halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa. Jurnal Keperawatan dan Psikologi, 7(1), 12-20.

Oktavianus Fredo Anggara, Hasanah, U., & Fitri, N. L. (2024). Penerapan Terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang (Menggambar Dan Menanam Tanaman) terhadap Tanda dan Gejala Pasien Halusinasi Pendengaran. Jurnal Cendikia Muda, 4(1), 128–136.

Pardede, J. A. (2020). Family Burden Related To Coping When Treating Hallucination Patients. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 3(4), 453-460.

Prabowo, E. (2014). Konsep & Aplikasi Asuhan Keperawatan Jiwa. Nuha Medika.

Sujiah, S., Warni, H., & Fikrinas, A. (2023). The Effectiveness of Application of Drawing Activity Occupational Therapy Against Auditory Hallucination Symptoms. Media Keperawatan Indonesia, 6(2), 83-91. https://doi.org/10.26714/mki.6.2.2023.83-91

WHO. (2022). Mental Health. World Health Organization. Retrieved June 23, 2023, from https://www.who.int/health-topics/mentalhealth#tab=tab_1

Yusuf, M. (2022). Pengaruh Terapi Okupasi pada Pasien Halusinasi Pendengaran: Evidence Based Nursing. http://repository.stikesdrsoebandi.ac.id/

Published

2025-12-30

How to Cite

Lailaturrahmi, Yadi Putra, & Ellyza Fazlylawati. (2025). PENGARUH TERAPI OKUPASI AKTIVITAS WAKTU LUANG TERHADAP PERUBAHAN HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT JIWA ACEH. Indonesian Journal of Health and Psychology (IJOHAP), 1(2), 206–213. Retrieved from https://e-jurnal.jurnalcenter.com/index.php/ijohap/article/view/2119

Most read articles by the same author(s)