HUBUNGAN PEMERIKSAAN SARS-COV2 RNA DENGAN D-DIMER PADA PASIEN YANG DIDIAGNOSA COVID-19 DI LABORATORIUM KLINIK PRODIA SUMEDANG

Authors

  • Didik Prasetya STIKES Wira Medika Bali
  • Ade Juariah Stikes Wira Medika Bali
  • Sang Ayu Ketut Candrawati Stikes Wira Medika Bali
  • Ni Luh Gede Puspita Yanti Stikes Wira Medika Bali

DOI:

https://doi.org/10.62567/micjo.v1i3.156

Keywords:

SARS-CoV2 RNA, D-Dimer, Covid-19.

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV2. Selain menyebabkan gangguan pernapasan, virus ini juga menyebabkan hiperkoagulasi yang ditandai dengan peningkatan kadar D-Dimer. Salah satu pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi penyakit Covid-19 adalah pemeriksaan SARS-CoV2 RNA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemeriksaan SARS-CoV2 RNA dengan kadar D-Dimer pada pasien yang didiagnosa Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel adalah 30 data sekunder pasien yang melakukan pemeriksaan D-Dimer dan SARS-CoV2 RNA atau pun pasien yang melakukan pemeriksaan D-Dimer dengan data rekam medis SARS- CoV2 RNA yang didiagnosa Covid-19 periode Januari 2021 sampai Juli 2022. Hasil penelitian ini didapatkan responden dengan hasil SARS-CoV2 RNA terdeteksi sebanyak 25 (83,3%) dan tidak terdeteksi sebanyak 5 (16,7%). Kadar D-Dimer normal sebanyak 7 (23,3%) dan abnormal 23 (76,7%). Hasil uji Chi Square penelitian ini tidak ada hubungan antara pemeriksaan SARS-CoV2 RNA dengan D- Dimer pada pasien yang didiagnosa Covid-19 dengan nila Asymp. Sig 0,334. Dapat disimpulkan bahwa kadar D-Dimer pada pasien yang didiagnosa Covid-19 dengan hasil SAR-CoV2 RNA terdeteksi tergantung dari tingkat derajat keparahan penyakit.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adnan, M. L., & Fauziyati, A. (2022). Ancaman Reinfeksi COVID-19: Tinjauan dari Bukti Pustaka. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 9(3), 182. https://doi.org/10.7454/jpdi.v9i3.539

Ahsan, F., Rahmawati, N. Y., & Alditia, F. N. (2020). Lawan Virus Corona: Studi Nutrisi untuk Kekebalan Tubuh. Airlangga University Press.

Asih, N. W. S. (2022). Hubungan NLR, Kadar CRP Dan D-Dimer Terhadap Derajat Keparahan Penyakit Pasien Covid-19 Di RSUD Wangaya Denpasar. Jurnal Medika Udayana, 11(12), 14–21.

Chisania, V. (2022). Gambaran Tingkat Keparahan Gejala, Rasio Neutrofil Limfosit, C-Reactive Protein, D-Dimer, Kadar Gula Darah Dan Hba1c Pada Penderita Covid-19 Dengan Komorbid Diabetes Melitus Di Murni Teguh Memorial Hospital Medan Pada Tahun 2020. Repository Universitas HKBH Nommensen.

Christiani, N. (2022). Gambaran Pemeriksaan Laboratorium D-Dimer Pada Pasien Covid-19 Di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta Tahun 2021. Doctoral Dissertation, Stikes Bethesda Yakkum Yogyakarta.

Devi, P. P. (2022). Hubungan Kadar D-Dimer Dan Neutrofil Lymphocyte Ratio Dengan Tingkat Keparahan Covid-19 Di Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Periode 2020–2021. Repository Universitas Lampung.

Karki, D., Gurung, R., Nepali, P., Kaphle, H. P., Subedi, B., & Adhikari, S. (2022). Raised D-dimer among Admitted COVID-19 Patients in a Tertiary Care Centre: A Descriptive Cross-sectional Study. Journal of the Nepal Medical Association, 60(251), 596–599. https://doi.org/10.31729/jnma.7579

Liu, Y. C., Kuo, R. L., & Shih, S. R. (2020). COVID-19: The first documented coronavirus pandemic in history. Biomedical Journal, 43(4), 328–333. https://doi.org/10.1016/j.bj.2020.04.007

Permana, A., Bedah, S., & Wibowo, M. K. (2022). Gambaran d-dimer pada pasien terkonfirmasi covid-19. Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 8(1), 104–107.

Rahayu, N. W. S. P., & Adnyana, L. (2023). D-Dimer Sebagai Indikator Prognostik Penderita Terkonfirmasi COVID-19 Dengan Pneumonia Berat. Jurnal Medika Hutama, 4(2), 3208–3224.

Ria Amelia, Anissa, D. F. N., & Luhulima, D. (2022). D-dimer Perbedaan Peningkatan Kadar D-Dimer Pada Dewasa Dan Lansia Yang Terkonfirmasi Covid-19 Di Rs Swasta Bintaro. Journal of Research and Education Chemistry, 4(1), 1. https://doi.org/10.25299/jrec.2022.vol4(1).9315

Rostami, M., & Mansouritorghabeh, H. (2020). D-dimer level in COVID-19 infection: a systematic review. Expert Review of Hematology, 13(11), 1265–1275. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/17474086.2020.1831383

Wijayanti, L. E., Aryani, D., & Wahyu, S. (2022). Hubungan Nilai Ct Pada Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Dengan Hasil Pemeriksaan D-Dimer. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(1), 96–103. https://doi.org/10.31004/jkt.v3i1.3089

Willim, H. A., Hardigaloeh, A. T., Supit, A. I., & Handriyani, H. (2020). Koagulopati pada Coronavirus Disease-2019 (COVID-19): Tinjauan pustaka. Intisari Sains Medis, 11(3), 1130–1137. https://doi.org/10.15562/ism.v11i3.766

Yu, H. H., Qin, C., Chen, M., Wang, W., & Tian, D. S. (2020). D-dimer level is associated with the severity of COVID-19. Thrombosis Research, 195(July), 219–225. https://doi.org/10.1016/j.thromres.2020.07.047

Yustitie, S. (2021). Ragam Metode untuk Deteksi COVID-19. Jurnal Matematika,Sain,Dan Pembelajaranya, 15(3), 129–139.

Published

2024-07-30

How to Cite

Prasetya, D., Juariah, A., Candrawati, S. A. K., & Yanti, N. L. G. P. (2024). HUBUNGAN PEMERIKSAAN SARS-COV2 RNA DENGAN D-DIMER PADA PASIEN YANG DIDIAGNOSA COVID-19 DI LABORATORIUM KLINIK PRODIA SUMEDANG. Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO), 1(3), 1294–1303. https://doi.org/10.62567/micjo.v1i3.156