ANALISIS MAKNA MOTIF FUTUS MANE MASYARAKAT LARAN DESA WEHALI KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKA

Authors

  • Maria Elisabeth Bria Maria STKIP Sinar Pancasila
  • Adrianus Berek STKIP Sinar Pancasila
  • Rozario Mendonca Da Costa STKIP Sinar Pancasila
  • Yustina Sako STKIP Sinar Pancasila

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3415

Keywords:

Futus Mane, Motif, Makna, Budaya, Masyrakat Laran

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna yang terkandung dalam motif Futus Mane Masyarakat Laran, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari masyarakat Laran yang memahami tradisi tenun dan makna motif kain tenun adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua motif utama pada Futus Mane, yaitu Motif Samea Kulit dan Motif Lafaek. Motif Samea Kulit bermakna identitas pemimpin atau adat dan simbol kehidupan. Sementara itu Motif Lafaek bermakna kekuatan, kekuasaan, dan perlindungan leluhur. Makna-makna tersebut mencerminkan nilai budaya, sosial, dan kepercayaan masyarakat Laran yang diwariskan secara turun-temurun. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa motif Futus Mane tidak hanya berfungsi sebagai hiasan tetapi memiliki simbol identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat Laran perlu dilestarikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alex Sobur. (2006). Semiotika Komunikasi, Bandung; PT Remaja Rosdakarya.

Casson. 1981. Language, culture, and cognition. London: Collier Macimillan Publishere

Chaer,Abdul.(2007). Linguistik Umum cetakan ketiga. Jakarta;RinekaCipta.Eco,Umberto,Opera Aperta.Milano;Bompiani,1976.

Chair.2014. Linguistik umum. Jakarta:Rineka Cipta

Fery Sanjaya. 2020 “Pemaknaan Motif Tokek Pada Kain Tenun Utan Welak Maumere” OratioDirecta.

Halliday.1992. Bahasa Konteks dan Teks. Aspek-Aspek Bahasa Dalam Pandangan Simiotik Sosial, Jakarta: Gaja Mada University Press

Iskandar.2009. Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta

Koentjaraningrat. 2004. Manusia dan kebudayaan di Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta

Kridalaksana,Harimurti. 1978. Struktur Sosial Dan Prinsip Bahasa, Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa. Ende:Nusa Indah

Liliweri. 2004. Dasar-dasar Komunikasi Antar Budaya. Jogjakarta: Pustaka Pelajar

Lela,L.2002. Katalog Tenunan Kabupaten Timor Tengah Utara. Dewan Kerajinan Nasional, Daerah Timor Tengah Utara.

Marante dkk,(2018). “Fungsi dan Makna Simbolis Motif Kain Tenun Tradisional Toraja” UniversitasNegeriMakasar. Ramadhani, D. A., Marbun, S. J., Daely, A., Aini, R.A., Putri,

N.A.,Ghafari,M.O.F.,& Dalimunthe,S.F.(2025). Representasi identitas Budaya melalui busana dalam kulturfest 2025 di Universitas Negeri Medan : Analisis ikon, indeks, dan simbol dalam kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Jejak digital: jurnal ilmiah multidisiplin,1(4),915-921.

Sanders, S. C. (2024). Analisis tanda pada adat pernikahan masyarakat Bugis-Bone

Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce.

Sulvinajayanti,S., Cangara, H.,& Bahfiarti, T.(2015). Makna pesan komunikasi

motif kain sutera sengkang pilihan konsumen di kota Makassar. Hasanuddin University.

Undan, Andreanus. Makna simbolik pada motif tenun tradisional Toraja (Tinjauan

Semiotik). Diss. Universitas Kristen Indonesia Toraja, 2024.

Published

2026-09-30

How to Cite

Maria, M. E. B., Berek, A., Costa, R. M. D., & Sako, Y. (2026). ANALISIS MAKNA MOTIF FUTUS MANE MASYARAKAT LARAN DESA WEHALI KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKA. Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE), 2(3), 1977–1981. https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3415

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.