INTERNALISASI NILAI BUDAYA SUNDA DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI BUDAYAWAN YAYASAN KAMANDAKA LEMBANG (Studi Fenomenologi pada Budayawan di Yayasan Kamandaka Lembang)

Authors

  • Melianda Djati Suherman International Women University
  • Affan Neskisyah Ramadhan International Women University
  • Hamidah International Women University
  • Ilona Annisa Ristiani International Women University

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3297

Keywords:

Identitas Budaya Sunda, Internalisasi Nilai, Fenomenologi, Konstruksi Realitas Sosial, Budayawan

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana budayawan Yayasan Kamandaka Lembang menyerap nilai-nilai budaya Sunda ke dalam kesadaran subjektif sehingga membentuk identitas diri. Penelitian dilatarbelakangi oleh perubahan sosial, globalisasi, dan digitalisasi yang mendorong budaya lokal untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan nilai dasarnya. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis, pendekatan kualitatif, dan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka terhadap delapan informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai budaya Sunda berlangsung secara bertahap melalui pengalaman keluarga dan lingkungan, keterlibatan langsung dalam kegiatan budaya, interaksi antargenerasi, keteladanan, serta pemaknaan terhadap filosofi budaya. Nilai someah, silih asah, silih asih, silih asuh, tata krama, penghormatan terhadap orang yang lebih tua, serta tanggung jawab menjaga budaya tidak lagi dipahami hanya sebagai pengetahuan, tetapi menjadi pedoman dalam berpikir, berkomunikasi, bersikap, dan bertindak. Yayasan Kamandaka berfungsi sebagai ruang sosial yang memungkinkan nilai budaya dipelajari, dipraktikkan, diulang, dan diwariskan. Temuan juga menunjukkan bahwa adaptasi terhadap teknologi dan perkembangan zaman tidak selalu berarti pelemahan identitas; bagi para informan, media digital dapat menjadi sarana memperluas pengenalan budaya selama nilai pokok tetap dipertahankan. Penelitian menyimpulkan bahwa identitas budaya Sunda merupakan hasil konstruksi sosial yang dinamis dan terbentuk melalui pengalaman hidup, interaksi sosial, serta internalisasi nilai secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Berger, P. L., & Luckmann, T. (2021). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Penguin Books.

Collier, M. J., & Thomas, M. (2021). Cultural identity in intercultural communication. International Journal of Intercultural Relations, 82, 45–58. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2021.01.006

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2023). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). Sage Publications.

Hall, S. (2021). Cultural identity and diaspora. In J. Rutherford (Ed.), Identity: Community, culture, difference. Routledge.

Hecht, M. L., Jackson, R. L., & Ribeau, S. A. (2022). Communication theory of identity: Identity, communication, and culture. Routledge.

Kim, Y. Y. (2022). Identity negotiation in global communication. Journal of International and Intercultural Communication, 15(4), 289–305. https://doi.org/10.1080/17513057.2022.2062911

Liao, H., et al. (2022). Using a transcendental phenomenological approach as a model to obtain a meaningful understanding. International Journal of Education & the Arts, 23(6). https://doi.org/10.26209/ijea23n6

Nurjaman, M. I. (2025). Peran Yayasan Kamandaka dalam bidang pendidikan, seni, dan budaya di Desa Gudangkahuripan tahun 1997–2023 [Skripsi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung].

Rahmawati, L. (2024). Konstruksi identitas budaya pada komunitas seni tradisional di Jawa Barat. Repository Universitas Pendidikan Indonesia.

Setiawan, R. (2023). Identitas budaya Sunda dalam praktik kesenian tradisional di Kabupaten Bandung [Skripsi, Universitas Padjadjaran].

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Zahavi, D. (2023). Phenomenology and social ontology. Human Studies, 46(2), 213–230.

Published

2026-09-30

How to Cite

Suherman, M. D., Ramadhan, A. N., Hamidah, H., & Ristiani, I. A. (2026). INTERNALISASI NILAI BUDAYA SUNDA DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI BUDAYAWAN YAYASAN KAMANDAKA LEMBANG (Studi Fenomenologi pada Budayawan di Yayasan Kamandaka Lembang). Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE), 2(3), 1802–1807. https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3297

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)