ANALISIS MAKNA MOTIF FUTUS MANE MASYARAKAT LARAN DESA WEHALI KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKA
DOI:
https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3415Keywords:
Futus Mane, Motif, Makna, Budaya, Masyrakat LaranAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna yang terkandung dalam motif Futus Mane Masyarakat Laran, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari masyarakat Laran yang memahami tradisi tenun dan makna motif kain tenun adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua motif utama pada Futus Mane, yaitu Motif Samea Kulit dan Motif Lafaek. Motif Samea Kulit bermakna identitas pemimpin atau adat dan simbol kehidupan. Sementara itu Motif Lafaek bermakna kekuatan, kekuasaan, dan perlindungan leluhur. Makna-makna tersebut mencerminkan nilai budaya, sosial, dan kepercayaan masyarakat Laran yang diwariskan secara turun-temurun. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa motif Futus Mane tidak hanya berfungsi sebagai hiasan tetapi memiliki simbol identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat Laran perlu dilestarikan.
Downloads
References
Alex Sobur. (2006). Semiotika Komunikasi, Bandung; PT Remaja Rosdakarya.
Casson. 1981. Language, culture, and cognition. London: Collier Macimillan Publishere
Chaer,Abdul.(2007). Linguistik Umum cetakan ketiga. Jakarta;RinekaCipta.Eco,Umberto,Opera Aperta.Milano;Bompiani,1976.
Chair.2014. Linguistik umum. Jakarta:Rineka Cipta
Fery Sanjaya. 2020 “Pemaknaan Motif Tokek Pada Kain Tenun Utan Welak Maumere” OratioDirecta.
Halliday.1992. Bahasa Konteks dan Teks. Aspek-Aspek Bahasa Dalam Pandangan Simiotik Sosial, Jakarta: Gaja Mada University Press
Iskandar.2009. Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta
Koentjaraningrat. 2004. Manusia dan kebudayaan di Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta
Kridalaksana,Harimurti. 1978. Struktur Sosial Dan Prinsip Bahasa, Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa. Ende:Nusa Indah
Liliweri. 2004. Dasar-dasar Komunikasi Antar Budaya. Jogjakarta: Pustaka Pelajar
Lela,L.2002. Katalog Tenunan Kabupaten Timor Tengah Utara. Dewan Kerajinan Nasional, Daerah Timor Tengah Utara.
Marante dkk,(2018). “Fungsi dan Makna Simbolis Motif Kain Tenun Tradisional Toraja” UniversitasNegeriMakasar. Ramadhani, D. A., Marbun, S. J., Daely, A., Aini, R.A., Putri,
N.A.,Ghafari,M.O.F.,& Dalimunthe,S.F.(2025). Representasi identitas Budaya melalui busana dalam kulturfest 2025 di Universitas Negeri Medan : Analisis ikon, indeks, dan simbol dalam kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Jejak digital: jurnal ilmiah multidisiplin,1(4),915-921.
Sanders, S. C. (2024). Analisis tanda pada adat pernikahan masyarakat Bugis-Bone
Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce.
Sulvinajayanti,S., Cangara, H.,& Bahfiarti, T.(2015). Makna pesan komunikasi
motif kain sutera sengkang pilihan konsumen di kota Makassar. Hasanuddin University.
Undan, Andreanus. Makna simbolik pada motif tenun tradisional Toraja (Tinjauan
Semiotik). Diss. Universitas Kristen Indonesia Toraja, 2024.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maria Elisabeth Bria Maria, Adrianus Berek, Rozario Mendonca Da Costa, Yustina Sako

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

















