SIMBOL MAKNA SIRIH PINANG SUKU ETO NAEK DESA KUFEU KECAMATAN IO KUFEU KABUPATEN MALAKA

Authors

  • Selestina Niis Selestina STKIP Sinar Pancasila
  • Agustinus Seran STKIP Sinar Pancasila
  • Yustina Sako STKIP Sinar Pancasila
  • Emiliana Tai STKIP Sinar Pancasila

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3416

Keywords:

Simbol Makna, Sirih Pinang, Linguistik Kebudayaan, Suku Eto Naek

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk simbol sirih pinang serta serta mengungkap makna yang terkandung dalam tradisi sirih pinang pada masyarakat Suku Eto Naek di Desa Kufeu Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian Linguistik Kebudayaan, teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori linguistik kebudayaan, teori ini menjelaskan bahwa bahasa, simbol dan budaya memiliki hubungan yang erat dalam membentuk serta menyampaikan makna kehidupan masyarakat. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirih pinang dalam kehidupan masyarakat Suku Eto Naek bukan hanya sebagai benda yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi memiliki nilai simbolik yang mendalam. Simbol Sirih Pinang terdiri atas unsur daun, pinang, kapur, tembakau, tempat sirih laki-laki dan Perempuan, serta jumlah tujuh buah pinang, dan tujuh lembar sirih daun yang melambangkan kelengkapan, keseimbangan, keharmonisan dan persatuan dalam kehidupan masyarakat, tradisi sirih pinang memiliki kedudukan yang penting dalam kehidupan masyarakat Desa Kufeu. Sirih pinang sebagai pelengkap adat, tetapi juga menjadi simbol budaya yang menyimpan nilai-nilai kehidupan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmad. 2001. Peran Pendidikan Kewirausah Untuk Mengatasi Kemiskinan.

Casson. 1981. Language, Culture, and Congnition. London: Collier Macimilli

Chair. 2014. Linguistik Umum. Renika Cipta.

Desi Aryanti Nabuasa 2026. “Budaya Sirih Pinang dalam tradisi adat masyarakat Nusa Tenggara timur Bagaimana budaya Sirih Pinang dalam tradisi adat masyarakat Nusa Tenggara Timur”

Ghozali. 2014. Structural Equation Modeling, Metode Alternatif. Semarang: Badan Pernerbit University

Halliday. 1992.Bahasa Konteks dan Teks Aspek -Aspek Bahasa Dalam Pandangan Semiotik Sosial. Jakarta Gadjah Mada University Press.

Hornby. 2009. The Advence Distionary Of Current English.London: Oxford.

Hendrikud Nayuf. 2022 “Tradisi makan sirih pinang sebagai model moderasi beragam berbasis kearifan lokal di Desa Niki-Niki Kabupaten Timor Tengah Selatan”

Hurlock. 2012. Perkembangan Anak. Jakarta Erlangga.

Iskandar. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta Jurnal Ekonami Sosial dan Humaniora, 2(6) 173 -181

Koentjaraningrat. 2004. Manusia dan Kebudayan di Indonesia Jakarta: PT Renika Cipta

Kridalaksana, Harimurti. 1978. Struktur Sosial dan Prinsip Bahasa, Fungsi Bahasa dan sikap Bahasa. Ende, Nusa Indah.

Liliweri. 2004. Dasar – Dasar Komunikasi Antar Budaya.Jogjakarta: Pustaka Belajar

Patoda. 2011. Linguistik Sebuah Pengantar Bandung: Penerbit Angkasa

Pruwanti. 1997. Linguistik Antropologi. New York Publishere

Rachmad, Kriyantono.2001. Teknik Praktek Risot Komunikasi. Jakarta

University Press

Yosefinus Nonseo, 2024 “Sirih pinang dalam pembangun interaksi dan komunikasi bagaimana sirih pinang dalam membangunan interaksi dan komunikasi bagi masyarakat dikampung baru, keseluruhan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timor”

Yuliana Nahak, 2021 “Nilai Sosial dalam Tradisi Makna Sirih Pinang pada Masyarakat Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka”

Published

2026-09-30

How to Cite

Selestina, S. N., Seran, A., Sako, Y., & Tai, E. (2026). SIMBOL MAKNA SIRIH PINANG SUKU ETO NAEK DESA KUFEU KECAMATAN IO KUFEU KABUPATEN MALAKA. Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE), 2(3), 1959–1965. https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3416

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.