INTEGRASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KURIKULUM MERDEKA DAN PENGUATAN ETIKA SOSIAL

Authors

  • Nelci Halla Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka
  • Chirtovorus Ardoardus Roberto Tukan Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka
  • Rosalia Knira Puka Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka
  • Candra Abidin RM Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i1.2263

Keywords:

Integrasi nilai-nilai Pancasila, kurikulum merdeka, penguatan etika, sosial

Abstract

Degradasi moral dan etika sosial di kalangan peserta didik menjadi tantangan signifikan dalam pendidikan nasional saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam efektivitas integrasi nilai-nilai Pancasila dalam Kurikulum Merdeka dalam upaya penguatan etika sosial siswa. Kurikulum Merdeka, dengan pendekatannya yang fleksibel dan berpusat pada peserta didik, menawarkan ruang yang lebih luas untuk penggabungan karakter dan kompetensi dasar. Integrasi ini diharapkan dapat menjadi benteng moral bagi siswa, memungkinkan mereka menyaring pengaruh budaya luar tanpa kehilangan identitas kebangsaan, serta menumbuhkan sikap toleransi dan gotong royong. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, artikel ilmiah, buku, dan sumber teoretis relevan yang mencakup konsep Kurikulum Merdeka, nilai-nilai Pancasila, dan penguatan etika sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka menyediakan kerangka kerja yang kondusif untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila secara holistik ke dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan kokurikuler, seperti melalui proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Nilai-nilai seperti keadilan sosial, penghargaan terhadap keragaman, dan musyawarah telah diintegrasikan ke dalam rencana pembelajaran dan bahan ajar. Namun, efektivitas penerapan nilai-nilai tersebut dalam kegiatan pembelajaran masih memerlukan penyesuaian dan kolaborasi yang lebih erat antara guru, orang tua, dan komunitas. Kesimpulannya, integrasi nilai-nilai Pancasila dalam Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar untuk membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda yang berlandaskan moral dan etika sosial yang kuat. Paradigma pendidikan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggara, A. A. (2023). Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Pada Satuan Pendidik. Pendidikan dan Konseling. Tambusai.

Bandura, A. (1986). Landasan Sosial Pemikiran dan Tindakan: Teori Kognitif Sosial. Englewood Cliffs.

Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Kurikulum Merdeka: Panduan Implementasi. Jakarta.

Kohlberg, L. (1981). Esai tenteng Perkembangan Moral,Vol.I: Fisafat Perkembngan Moral.San Francisco.

Piaget, J. (1932). Penilain Moral Anak. London.

Soekarno. (1945). Pancasila: Dasar Negara Republik Indonesia. Jakarta.

Published

2026-01-31

How to Cite

Nelci Halla, Chirtovorus Ardoardus Roberto Tukan, Rosalia Knira Puka, & Candra Abidin RM. (2026). INTEGRASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KURIKULUM MERDEKA DAN PENGUATAN ETIKA SOSIAL. Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE), 2(1), 1200–1209. https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i1.2263

Similar Articles

<< < 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)