MENUMBUHKAN JIWA PANCASILA DI KALANGAN ANAK MUDA BANGSA MELALUI NILAI – NILAI ADAT DAN TRADISI LOKAL

Authors

  • Ursula Lodang Soge Institut Keguruan Dan Teknologi Larantuka
  • Georinia Wasi Wekin Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i1.2173

Keywords:

Menumbuhkan Jiwa Pancasila, Anak Muda Bangsa, Nilai NilaiAdat,Tradisi Lokal.

Abstract

Artikel ini mengkaji secara komprehensif upaya menumbuhkan jiwa Pancasila di kalangan anak muda bangsa melalui pemanfaatan nilai-nilai adat dan tradisi lokal sebagai fondasi pendidikan karakter. Dalam konteks modern, generasi muda Indonesia menghadapi perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang berlangsung sangat cepat, sehingga nilai-nilai kebangsaan kerap mengalami pergeseran makna maupun pengurangan relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menuntut adanya strategi pembinaan karakter yang tidak hanya teoritis, tetapi juga memiliki kedekatan emosional, historis, dan kultural dengan kehidupan anak muda. Adat dan tradisi lokal yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara mengandung berbagai nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, musyawarah untuk mufakat, penghormatan terhadap sesama, solidaritas, kearifan spiritual, serta penghormatan terhadap alam dan leluhur. Nilai-nilai tersebut selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila dan dapat menjadi sarana efektif dalam memperkuat pemahaman generasi muda terhadap identitas nasional.

Melalui pendekatan kultural, pendidikan berbasis kearifan lokal dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas adat, dan organisasi kepemudaan. Proses internalisasi nilai dilakukan melalui pengenalan tradisi lokal, partisipasi aktif dalam kegiatan budaya, integrasi materi kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan, serta pembentukan ruang dialog yang memungkinkan anak muda memahami relevansi adat terhadap nilai-nilai Pancasila. Artikel ini menegaskan bahwa pelestarian adat dan tradisi bukan sekadar menjaga warisan budaya, tetapi juga merupakan strategi transformasi karakter yang mampu mendorong anak muda agar berperilaku sesuai dengan nilai Pancasila secara sadar dan konsisten. Dengan menghubungkan nilai Pancasila dengan realitas budaya yang dekat dengan kehidupan mereka, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan karakter nasionalisme, toleransi, dan tanggung jawab sosial di tengah tantangan global. Penelitian ini berkesimpulan bahwa penguatan jiwa Pancasila melalui adat dan tradisi lokal merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter, berakar pada budaya bangsa, serta mampu menghadapi dinamika zaman tanpa kehilangan identitas keindonesiaannya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kaelan. (2016). Pendidikan Pancasila. Yogyakarta. https://paradigmayogyakarta.

Kemendikbud. (2018). Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) untuk Generasi Muda. Jakarta. https://kemdikbud.go.id/pendidikan-karakter.

Sulasman, & Gumilar, G. (2013). Teori-Teori Kebudayaan. Bandung.

https://pustakasetia.com/kebudayaan.

Liliweri, A. (2014). Prinsip-prinsip Komunikasi Antarbudaya. Bandung.https://alfabeta.co.id/komunikasi-antarbudaya.

Haryanto. (2017). Budaya dan Identitas Lokal. Jakarta.

https://kencanaonline.com/budaya-identitas.

Kemendikbud RI. (2018). Warisan Budaya dan Penguatan Karakter. Jakarta.

https://kemdikbud.go.id/budaya-dan-karakter.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta.

https://rinekacipta.id/antropologi.

Spradley, J. P. (1997). The Cultural Experience: Ethnography in Complex Society. Long Grove.

https://waveland.com/the-cultural-experience.

Sedyawati, E. (2007). Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta.

https://rajagrafindo.co.id/budaya-indonesia.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York.

https://basicbooks.com/interpretation-of-cultures.

UNESCO. (2003). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. Paris.

https://unesco.org/intangible-heritage.

Haba, J. (2010). Kearifan Lokal: Peran dan Fungsinya dalam Masyarakat. Jakarta.https://lipipress.lipi.go.id/kearifan-lokal.

Liliweri, A. (2014). Pengantar Studi Kebudayaan. Bandung.

https://nusamedia.com/studi-kebudayaan.

Purwadi. (2006). Upacara Adat di Indonesia. Yogyakarta.https://pustakapelajar.co.id/upacara-adat.

Keraf, S. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta.

https://kompas.id/etika-lingkungan.

Kemendikbud. (2018). Warisan Budaya Takbenda dan Pelestarian Tradisi Lokal. Jakarta.

https://kemdikbud.go.id/warisan-budaya-takbenda.

Published

2026-01-31

How to Cite

Ursula Lodang Soge, & Georinia Wasi Wekin. (2026). MENUMBUHKAN JIWA PANCASILA DI KALANGAN ANAK MUDA BANGSA MELALUI NILAI – NILAI ADAT DAN TRADISI LOKAL. Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE), 2(1), 1026–1039. https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i1.2173

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.