KEARIFAN LOKAL DAN PRAKTIK PEMBACAAN SURAH YASIN MALAM JUM’AT DI KALANGAN ETNIK MADURA SUNGAI BAKAU BESAR DARAT
DOI:
https://doi.org/10.62567/ijis.v2i1.2198Keywords:
Living Qur’an, Yasinan, kearifan lokal, etnik Madura, Sungai Bakau Besar Darat, Islam lokal.Abstract
Penelitian ini mengkaji kearifan lokal dan praktik pembacaan Surah Yasin malam Jumat di kalangan etnik Madura Sungai Bakau Besar Darat dalam perspektif Living Qur’an. Tujuan penelitian adalah menganalisis makna sosial-religius tradisi Yasinan, relasinya dengan nilai kearifan lokal, serta proses transformasi teks Al-Qur’an menjadi tradisi hidup dalam masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi agama melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan masyarakat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yasinan berfungsi sebagai media penguatan iman, sarana integrasi sosial, peneguh identitas keislaman etnik Madura, dan ruang negosiasi antara teks suci dan budaya lokal. Tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, spiritualitas, penghormatan kepada leluhur dan orang tua, serta pendidikan keagamaan antar generasi. Dalam perspektif Living Qur’an, Surah Yasin tampil sebagai teks hidup yang tidak hanya dibaca, tetapi dihidupi melalui ritual, simbol, dan relasi sosial, sehingga menjadi sumber harapan, doa, dan keselamatan kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa kearifan lokal tidak bertentangan dengan Al-Qur’an, melainkan menjadi medium kontekstualisasi nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sosial masyarakat. Implikasi penelitian ini bersifat teoretis dalam penguatan kajian Living Qur’an dan praktis bagi pengembangan pendidikan, dakwah kultural, serta pelestarian tradisi Islam lokal.
References
Abdullah, I. (2017). Konstruksi dan reproduksi kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the metaphysics of Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.
Ali, M. (2012). Living Qur’an: Reconfiguring the meaning of the Qur’an in Indonesian Islam. Studia Islamika, 19(1), 1–24.
Ammerman, N. (2013). Sacred stories, spiritual tribes: Finding religion in everyday life. New York: Oxford University Press.
Ansori, A., al-Faruq, M. S. S., Yusup, M., Setiawan, H., & Aprianto, I. (2025). Strengthening student character through yasinan tradition: The role of local wisdom in State of Madrasah Ibtidaiyah (MIN). EDUTEC: Journal of Education And Technology, 8(2), 338–351.
Anugrah, D. W. (2025). Tahlilan and Yasinan as phenomenological expressions of Islamic religious experience in Indonesia. Jurnal Penelitian Keislaman.
Asad, T. (1993). Genealogies of religion: Discipline and reasons of power in Christianity and Islam. Baltimore: Johns Hopkins University Press.
Asad, T. (1993). Genealogies of religion: Discipline and reasons of power in Christianity and Islam. Baltimore: Johns Hopkins University Press.
Awaliatul Laili, N. F. (2024). The Living Qur’an: Tradisi Yasinan pada acara Ahlen. Jurnal Studi Islam dan Kemuhammadiyahan.
Azra, A. (2006). Islam in the Indonesian world: An account of institutional formation. Bandung: Mizan.
Azra, A. (2006). Islam in the Indonesian world: An account of institutional formation. Bandung: Mizan.
Azra, A. (2013). Islam Nusantara: Jaringan global dan lokal. Bandung: Mizan.
Bell, C. (1997). Ritual: Perspectives and dimensions. New York: Oxford University Press.
Bell, C. (1997). Ritual: Perspectives and dimensions. New York: Oxford University Press.
Bowen, J. R. (1993). Muslims through discourse: Religion and ritual in Gayo society. Princeton: Princeton University Press.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Thousand Oaks, CA: Sage.
Denny, F. M. (2006). An introduction to Islam (3rd ed.). Upper Saddle River, NJ: Pearson.
Durkheim, E. (2001). The elementary forms of religious life (K. E. Fields, Trans.). Oxford: Oxford University Press. (Original work published 1912)
Febriani, N. L., Syarifah, A., & Mubin, N. (2025). Tradisi yasinan terhadap pembentukan kearifan lokal dalam perspektif Aswaja. Jurnal Media Akademik (JMA).
Febriani, N. L., Syarifah, A., & Mubin, N. (2025). Tradisi Yasinan terhadap pembentukan kearifan lokal dalam perspektif Ahlusunnah Wal Jama’ah (ASWAJA). Jurnal Media Akademik (JMA).
Fitriyani, B. (2024). Ruang lingkup kebersamaan: Yasinan dan gotong royong sebagai pilar ukhuwah Islamiyah. TAFANI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 25–29.
Gade, A. M. (2004). Perfection makes practice: Learning, emotion, and the recited Qur’an in Indonesia. Honolulu: University of Hawai‘i Press.
Geertz, C. (1983). Local knowledge: Further essays in interpretive anthropology. New York: Basic Books.
Hadi, S. (2025). Strengthening religious moderation among the people of Madura through religious mentoring activities based on local wisdom. JURNAL ISLAM NUSANTARA.
Hasan, M. F., Hidayat, M., & Nizamia, A. F. (2025). Praktik performatif al-Qur’an dalam tradisi Yasinan Nahdliyin: suatu kajian Living Qur’an. Journal of Islamic Scriptures in Non-Arabic Societies.
Hefner, R. W. (2011). Shari‘a politics: Islamic law and society in the modern world. Bloomington: Indiana University Press.
Huda, N. (2016). Living Qur’an: Teori, metodologi, dan aplikasi. Yogyakarta: LKiS.
Huda, N. (2016). Living Qur’an: Teori, metodologi, dan aplikasi. Yogyakarta: LKiS.
Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Maisha, A., Arisya, C. M., & Marwan, S. (2025). Kegiatan rutin Yasinan untuk meningkatkan interaksi sosial masyarakat di Jorong Koto Nan Tuo, Barulak. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.
Maulana, L. (2017). Ritual keagamaan dan integrasi sosial. Jurnal Sosiologi Agama, 11(2), 145–160.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muniri, A. (2020). Tradisi Yasinan dalam perspektif Living Qur’an. Jurnal Studi Al-Qur’an, 15(1), 55–72.
Muniri, A. (2025). Tradisi slametan: Yasinan manifestasi nilai sosial-keagamaan di Trenggalek. J-PIPS.
Mustaqim, A. (2012). Metodologi penelitian Al-Qur’an dan tafsir. Yogyakarta: Idea Press.
Nasr, S. H. (2003). Islamic spirituality. New York, NY: Crossroad.
Nursalim, E., Satriah, S., & Hasan, H. (2025). Pendampingan tradisi yasinan dan tahlilan dalam membentuk sikap berbakti kepada orang tua di Musholla Miftahul Ulum Sangatta. Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Ricklefs, M. C. (2012). Islamisation and its opponents in Java. Singapore: NUS Press.
Rippin, A. (2009). The Qur’an and its interpretative tradition. Aldershot: Ashgate.
Riyaldi, R., Muslim, M., & Kafrawi, M. (2021). Six forms, multiple meanings: Unpacking the Yasinan tradition. Madinah: Jurnal Studi Islam.
Saeed, A. (2006). Interpreting the Qur’an: Towards a contemporary approach. London: Routledge.
Sagir, A., & Hasan, M. (2020). Tradisi Yasinan di Indonesia: Kajian sosial-keagamaan. Khazanah: Jurnal Studi Islam, 18(1), 1–20.
Sagir, A., & Hasan, M. (2025). The Tradition of Yasinan in Indonesia. Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora.
Shidqon, A., & Ramadhan, R. (2021). Living Qur’an di Madura. Nun: Jurnal Studi Al-Qur’an, 7(2), 233–250.
Shidqon, A., & Ramadhan, R. (2025). Sedimentasi Identitas Keislaman (Living Qur’an di Madura). Nun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara.
Syaifuddin, A. (2015). Islam dan budaya lokal. Jakarta: Kencana.
Sztompka, P. (2004). The sociology of social change. Oxford: Blackwell.
Tradisi Yasinan Etnis Madura di Desa Madu Sari. (2025). Repository UIN Sunan Kalijaga.
Turner, V. (1969). The ritual process: Structure and anti-structure. Chicago: Aldine.
University Press. (Karya asli diterbitkan 1912)
Wikipedia. (2025). Pueblo madurés.
Woodward, M. (2011). Java, Indonesia and Islam. Dordrecht: Springer.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Abdullah, Saifuddin Herlambang, Luqman Abdul Jabbar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













