OPTIMASI JAMUR SAWIT (VOLVARIELLA VOLVACEA) DAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) PADA MIE KERING

Authors

  • Resta Purnama Sari Universitas Dehasen Bengkulu
  • Andwini Prasetya Universitas Dehasen Bengkulu
  • Methatias Ayu Moulina Universitas Dehasen Bengkulu

Keywords:

Mie kering, daun kelor, jamur sawit, dan perlakuan terbaik.

Abstract

Mie merupakan produk yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Saat ini, gaya hidup masyarakat sudah semakin modern. Orang-orang lebih menyukai makanan cepat saji yang lebih praktis, termasuk mie. Sayangnya, banyak mie yang dianggap tidak sehat karena mengandung banyak karbohidrat dan dapat menyebabkan penyakit akibat kelebihan gula. Oleh karena itu diperlukan bahan pangan yang tidak hanya dapat menunjang fungsi mie sebagai penyedia. Jamur sawit dan daun kelor merupakan bahan pangan yang dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan terbaik dari parameter organoleptik dari  mie kering  daun  kelor  dan  jamur  sawit serta mengetahui pendapatan dan keuntungan. Hasil  penelitian  menunjukkan berdasarkan perlakuan terbaik terbaik,yaitu pada perlakuan ke 2 dengan NP tertinggi yaitu perlakuan daunn kelor 20% dan jamur sawit 30% dengan nilai NP 0,85. Perhitungan menunjukan mie kering jamur sawit dan daun kelor yang diproduksi yaitu Rp. 3.528,00/pcs yang akan mendatangkan keuntungan sebesar Rp. 944.305,00 pada harga jual Rp. 4.000,00 /pcs.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apriyani, S., Prasetya, A., & Fariadi, H. (2020). Aplikasi Pangan Fungsional sebagai Makanan Sehat Khusus Balita dan Anak-anak pada Kelompok Majelis Taklim Masjid Al-Ikhlas Kelurahan Surabaya Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu. JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia), 4(2), 98-109.

Astutik, D., Wahjuningsih, S. B., & Larasati, D. (2020). Penambahan serbuk daun kelor (Moringa Oleifera) terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik mie kering mocaf. Universitas Semarang, 23(3), 202-275.

Fadly, D., Dhayan , R., Harsanti, R. B., Putri, M. D., Saputri, E. N. 2021. Fitokimia, Flavonoid, dan Aktivitas Antioksidan Jamur Sawit (Vorvariella sp). LPPM Akademi Keperawatan Yapenas 21 Maros (3) : 159-165.

Marhaeni, L. S. (2021). Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Sumber Pangan Fungsional dan Antioksidan. AGRISIA-Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 13(2).

Marten, Z., Maulina, M.A., Prasetya, A., Arif, H.M. (2024). Analisis Fisik, Organoleptik dan Kimia Minuman Fungsional Susu Jagung (Zea mays saccharata). Sinta Journal, 5 (2), 01-10. DOI: https://doi.org/10.37638/sinta.5.2.289-298.

Novitasari, N., Aini, N., Arianti, F., & Rupiwardani, I. (2019). Daya Terima Produk Pasta Gigi dari Limbah Kulit Pisang. Teknologi Pangan: Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 10(1), 51-55.

Nuryanti, D. M., & Kasim, N. N. (2017). Analisis Pendapatan Usahatani Pola Rotasi Tanaman Padi-Jagung Manis di Desa Mulyasari Kecamatan Sukamaju. Journal Tabaro Agriculture Science, 1(2), 95–104.

Prameswari, R. D. & Estiasih, T. (2013). Pemanfaatan Tepung Gembili (Dioscorea Esculenta L.) dalam Pembuatan Cookies. Jurnal Pangan dan Agro Industri. 1(1), 115-128.

Prasetya, A, Budiyanto, dan Yuwana. 2017. Karakteristik Fisik dan Kimia Jamur Merang (Volvariella sp) dan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Pada Media Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Tidak Dipublikasikan. Tesis. Unversitas Bengkulu. Bengkulu.

Sari, S. P., Winurdana, A. S., & Rahmawati, R. Y. (2020). Pengaruh penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap penampilan produksi puyuh fase layer. AVES: Jurnal Ilmu Peternakan, 14(2), 9-14.

Published

2026-06-01

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)