KARAKTERISTIK MAKANAN TRADISIONAL BENGKULU BOLU SOM DENGAN VARIASI TEPUNG KELOR

Authors

  • Satria Wijaya Universitas Dehasen Bengkulu
  • Andwini Prasetya Universitas Dehasen Bengkulu
  • Methatias Ayu M Universitas Dehasen Bengkulu

Keywords:

Kue Tradisional, Bolu Som, Variasi Tepung Kelor

Abstract

Bolu som merupakan kue tradisional Bengkulu yang berbentuk segi empat memanjang dengan ukuran yang bervariasi yang dilapisi selai nanas di bagian dalamnya kemudian ditutup kembali dengan bolu diatasnya. Pembuatan bolu som dilakukan dengan cara pencampuran tepung terigu, gula, margarin, telur, dan bahan pendukung lainnya. Bolu som selalu disajikan pada acara-acara kemasyarakatan di Kota Bengkulu, jenis kue ini adalah kue basah, bahan ataupun pembuatan bolu som biasanya adalah tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung kelor terhadap  karakteristik fisik, kimia dan organoleptik bolu som, analisis pendapatan dan keuntungan serta perlakuan terbaik dalam pengolahan bolu som. Pada penelitian ini terdapat 6 perlakuan dimana setiap perlakuan perbandingan komposisi bahan baku yaitu tepung terigu : tepung kelor (100: 0), (85 : 15), (70 : 30), (55 : 45), (40 : 60), (25:75). Adapun analisis yang dilakukan meliputi analisis fisik (tekstur, rendemen), uji organoleptik (rasa, aroma, warna), perlakuan terbaik, analisis kimia (kadar air, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar protein, kadar antioksidan), serta analisis pendapatan dan keuntungan bolu som.

Hasil penelitian menunjukkan rendemen variasi tepung kelor  59,57% s.d 66,4%, tekstur  2,24 mm s.d 3,84 mm. Uji organoleptik terhadap rasa, aroma dan warna bolu som menunjukkan nilai rerata rasa berkisaran antara 1,96 (tidak suka)  hingga 3,88 ( sangat suka), aroma berkisaran 2,04 (tidak suka) hingga 3,92 (sangat suka ), warna berkisaran 2,20 (tidak suka) hingga 3,96 (sangat suka). Untuk perlakuan hasil terbaik diperoleh oleh perlakuan tepung terigu 85%  dan tepung kelor 15%. Hasil analisis kimia dengan perlakuan terbaik kadar air 28,10%, kadar lemak 11,35%,  kadar karbohidrat 19,23%, kadar protein 11,672,92 mg/L dan antioksidan 236,21 mg/L. Hasil analisis pendapatan dan keuntungan perlakuan terbaik bolu som menunjukkan bahwa dengan modal Rp. Rp 838.993,5 satu bulan dapat memberikan pendapatan sebesar Rp.10.800.000,- sehingga diperoleh keuntungan untuk satu bulan sebesar Rp. 9.961.006,5

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almatsier, S, 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Aminah, S., Ramadhan, T., & Yanis, M. (2015). Kandungan Nut Risi Dan Sifat Fungsional Tanaman Kelor ( M Oringa Oleifera ). Buletin Pertanian Perkotaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta, 5(30), 35–44.

Andari, M., Arif, H. M., & Azhari, D. (2023). Karakteristik Mutu Selai Lembaran Pedada ( Sonneratia Caseoloris ) Dengan Variasi Konsentrasi Agar-Agar Dan Karagenan Sebagai Texturizer The Characteristics Of Pedada Sheet Jam ( Sonneratia Caseolaris ) Quality With The Variaton Of Jelly And Carrageenan C. 4(2), 171–182.

Ardiningtyas, C. S., Romadhoni, I. F., Sutiadiningsih, A., & Dewi, I. H. P. (2023). Inovasi Kue Nastar Dengan Substitusi Tepung Singkong (Manihot Esculenta) Dan Penambahan Bubuk Daun Kelor (Moringa Oleifera). Jurnal Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian, 18(2), 22. Https://Doi.Org/10.26623/Jtphp.V18i2.7179

Augustyn, G. H., Tuhumury, H. C. D., & Dahoklory, M. (2017). Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Karakteristik Organoleptik Dan Kimia Biskuit Mocaf (Modified Cassava Flour). Agritekno, Jurnal Teknologi Pertanian, 6(2), 52–58. Https://Doi.Org/10.30598/Jagritekno.2017.6.2.52

Dewi, D. P. (2018). Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Pada Cookies Terhadap Sifat Fsik, Sifat Organoleptik, Kadar Proksimat, Dan Kadar Fe. Ilmu Gizi Indonesia, 1(2), 104. Https://Doi.Org/10.35842/Ilgi.V1i2.22

Dwi Gita, R. S., & Danuji, S. (2018). Studi Pembuatan Biskuit Fungsional Dengan Substitusi Tepung Ikan Gabus Dan Tepung Daun Kelor. Bioedusains: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, 1(2), 155–162. Https://Doi.Org/10.31539/Bioedusains.V1i2.323

Fu’adah, D. B. (2021). Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Fisikokimia Dan Organoleptik Stik Bawang.

Ismanto, H. (2022). Uji Organoleptik Keripik Udang (L. Vannamei) Hasil Penggorengan Vakum. Jurnal Agrosainta: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa, 6(2), 53–58. Https://Doi.Org/10.51589/Ags.V6i2.3137

Isnan, W., & M., N. (2017). Ragam Manfaat Tanaman Kelor ( Moringa Oleifera Lamk.) Bagi Masyarakat Wahyudi. Info Teknis Eboni, 14 No, 63–75.

Jayalangkara, A. (2017). Kualitas Organoleptik Tablet Telur Pada Suhu Ruang Dengan Lama Penyimpanan Yang Berbeda (Vol. 11, Nomor 1).

Juwita, N. (2023). Pengaruh Subtitusi Daun Kelor Terhadap Karakteristik Sensori Fisik Dan Kimia Kerupuk Ikan Gabus. In Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Kirana, F. A. (2022). Resep Kue Bolu Som Khas Bengkulu. 2022. Https://Www.Fimela.Com/Food/Read/4893092/Resep-Kue-Bolu-Som-Khas-Bengkulu?Page=2

Meiyana, K. T., Dewi, D. P., & Kadaryati, S. (2018). Kajian Sifat Fsik Dan Serat Pangan Pada Gѐblek Substitusi Daun Kelor (Moringa Oleifera L.). Ilmu Gizi Indonesia, 1(2), 127. Https://Doi.Org/10.35842/Ilgi.V1i2.38

Nupu, A. K., Mile, L., & Yusuf, N. (2023). Analisis Organoleptik Hedonik Sambal Ikan Layang Asin Kering Dengan Penambahan Rumput Laut. Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, 11(3), 103–110.

Paramita, I. S., Rahayu, D., Erowati, D., & Atasasih, H. (2024). Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor ( Moringa Oleifera L . ) Pada Cokelat Putih Sebagai Snack Alternatif Pencegaha. Al Gizzai: Public Health Nutrition Journal, 4(2), 142–152.

Pujadi, A. (2021). Ekonomi Manajerial-Modul 1-Permintaan, Penawaran, Dan Keseimbangan Pasar. Ekonomi Manajerial-Modul 1-Permintaan, Penawaran, Dan Keseimbangan Pasar, 1–8.

Purnamasari, E., & Mentari, G. (2024). Pelestarian Budaya Dan Filosofi Makanan Bengkulu Melalui Pameran Seni Badendang. 13, 50–63.

Rahmanda. (2024). Uji Kesukaan Terhadap Warna, Aroma, Tekstur Dan Rasa Es Krim Susu Kambing Yang Ditambah Bubuk Kopi Robusta Jangkat. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 5–24. Http://Repo.Iain-Tulungagung.Ac.Id/5510/5/Bab 2.Pdf

Saduro, A. L. (2022). Pengaruh Penambahan Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) Terhadap Sifat Organoleptik Puding Susu Kambing. In Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Islam Batik Surakarta. Https://Www.Ejournal.Unper.Ac.Id/Index.Php/Baar

Setyaningsih, A. (2021). Studi Subtitusi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dan Tepung Sukun (Artocarpus Altilis) Pada Pembuatan Biskuit Pmt Ibu Hamil. Jurnal Teknologi Pangan Dan Gizi, 20(2), 102–110. Https://Doi.Org/10.33508/Jtpg.V20i2.3018

Siswandari, G. M. (2017). Kadar Antosianin Dan Uji Organoleptik Pada Es Krim Dengan Penambahan Tepung Beras Hitam ( Oryza Sativa L. Indica).

Sulistiana, E. (2020). Uji Organoleptik Nugget Ayam Dengan Penembahan Tepung Wortel (Daucus Carota L.). In Skripsi Sains Dan Teknologi.

Uletika, N. S., & Krisnawati, M. (2014). Analisis Kelayakan Teknis, Pasar Dan Finansial Pengolahan Salyca Dalam Sirup Skala Mikro Di Kabupaten Banjarnegara. Dinamika Rekayasa, 10(2), 50–55.

Umbu, M., Andu, L., Yendri, E., Umbu, T., Ata, N., Wandal, A. K., Hina, M., Tara, H., Kaya, A. U., Ndari, W., & Ndapamuri, M. H. (2024). Karakteristik Organoleptik Mie Basah Dengan Penambahan Tepung Kelor Dengan Komposisi Berbeda. 10–17.

Wijaya, H., & Sirine, H. (2016). Strategi Segmenting, Targeting, Positioning Serta Strategi Harga Pada Perusahaan Kecap Blekok Di Cilacap. Asian Journal Of Innovation And Entrepreneurship, 1(3), 175–190. Https://Doi.Org/10.20885/Ajie.Vol1.Iss3.Art2

Yanti, S., Prisla, E., & Mikhratunnisa. (2020). Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Karakteristik Organoleptik Produk Donat. Food And Agro-Industry, 1(1), 1–9.

Published

2026-06-01

Most read articles by the same author(s)