KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SITTI NURBAYA (DITINJAU DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGI KURT LEWIN) KARYA MARAH RUSLI

Authors

  • Desantri Bouk Mali STKIP Sinar Pancasila
  • Rozario Mendonca Da Costa STKIP Sinar Pancasila
  • Yustina Sako STKIP Sinar Pancasila

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3325

Keywords:

Konflik Batin, Psikologi Sastra, Kurt Lewin, Sitti Nurbaya

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan konflik batin  tokoh utama dalam novel Sitti Nurbaya  ditinjau dari perspektif psikologi Kurt Lewin  karya Marah Rusli. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah  novel Siti Nurbaya  karya Marah Rusli, sedangkan data penelitian ini berupa kutipan-kutipan yang menunjukkan konflik batin tokoh utama. Teknik pengumpulan data  dilakukan melalui membaca, mencatat, mengumpulkan  dan mengelompokkan. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data,  dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan konflik batin yang dialami  Siti Nurbaya  dapat diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk konflik menurut Kurt Lewin, yaitu konflik mendekat-mendekat (approach-approach conflict). Konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance conflict), dan konflik mendekat-menjauh (approach-avoidance conflict), konflik tersebut muncul akibat pertentangan antara keinginan pribadi, cinta kepada Samsulbahri, tanggung jawab terhadap keluarga, serta tekanan sosial yang  dihadapinya. Konflik mendekat-menjauh merupakan konflik yang paling dominan  dialami oleh tokoh utama. Melaui konflik-konflik tersebut, Sitti Nurbaya digambarkan sebagai sosok yang penyayang, sabar, patuh kepada orang tua, bertanggung jawab, rela berkorban. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teori konflik Kurt Lewin dapat digunakan untuk menjelaskan dan memahami konflik batin yang dialami tokoh  utama dalam novel Sitti Nurbaya karya Marah Rusli.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abrams, MH. (1999). A Glossary Of Literary Terms Boston. Massachsetts: Heinle & Heinle.

Ambarita, Biner. 2010. Berbagai Pendekatan dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Alfabeta.

Aminuddin. 2013. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru.

Bimo Walgito. (1997). Pengatar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset

Endraswara, Suwardi. 2011. Metodelogi Penelitian Sastra. Yogyakarta: CAPS

Endraswara. S. 2008. Metodelogi Penelitian Sastra Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: Medpress.

Gama Media. Semi, M. Atar. 1988. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.

Hasanuddin, W.S. (2015). Drama Karya Dalam Dua Dimensi. Bandung: Angkasa.

Ismawati, Esti. 2013. Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Ombak.

Kosasih, E. 2011. Ketatabahasaan dan Kesusastraan (Cermat Berbahasa Indonesia). Bandung: CV Yrama Widya.

Lewin, k. (1935). A dynamic theory of personality selected papers. English: Megraw Hill.

M. Si, Dr., Saifur, Rohman,, M.Hum,. Pengantar Metodelogi Pengajaran Sastra. Ke-1. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012. Text.

Minderop, A. 2016. Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teori, dan Contoh. Kasus. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Nababan, P. W.J. 1991. Sosiolinguitik Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Noor, R. 2007. Pengkajian Sastra. Semarang: Fasindo.

Nurgiantoro, B. (2013). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press

Nurgiyantoro, Burhan. 2015. Teori Pengkaji Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada Press.

Nurhayanti. (2012). Pengantar Ringkas Teori Sastra. Yogyakarta: Media.

Sangidu, (2012). Metodologi Penelitian Sastra. Cetakan IV. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.

Santoso, Wijaya Heru dan Whyuningtyas, Sri. (2010). Pengantar Apresiasi Prosa. Universitas Gajah Mada.

Sugiyono. ( 2012). Kualitatif, Kuantitatif dan R&D.Bandung: Alfabeta

Surastina. (2018). Pengantar teori sastra. Yogyakarta: Elmataera.

Syamsuddin, A.R. (1986). Sanggar Bahasa Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka.

Tarigan, Henry Guntur. (1989). Pengajaran Kompetensi Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa.

Wellek, Rene dan Austin Warren. (1989).Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia Pustaka

Wicaksono, Andri. (2017). Pengkajian Prosa Fiksi. Yogyakarta: Penerbit Garudhawaca. Edisi Revisi.

Wiyatmi. (2009). Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

WS, Hasannuddin. (2015). Drama Karya Dalam Dua Dimensi. Bandung: Angkasa.

Published

2026-09-30

How to Cite

Mali, D. B., Costa, R. M. D., & Sako, Y. (2026). KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SITTI NURBAYA (DITINJAU DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGI KURT LEWIN) KARYA MARAH RUSLI. Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE), 2(3), 1988–1993. https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3325

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.