PEMAKNAAN MAHASISWA PADA KONTEN POLITIK DALAM CAROUSEL PINTER POLITIK (Analisis Resepsi Stuart Hall)

Authors

  • Fawaz Nasir Padilah International Women University
  • Aulia Asmarani International Women University
  • Fitri Annisa Rachmah International Women University
  • Saiful Hadi International Women University

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3245

Keywords:

Carousel Instagram, Decoding, Komunikasi Politik, @Pinterpolitik

Abstract

Pesatnya penyederhanaan isu politik kompleks ke dalam format visual ringkas di media sosial memicu perdebatan antara efektivitas edukasi politik bagi khalayak muda dan resiko terjadinya pendangkalan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pemaknaan pesan (decoding) pesan politik konten Carousel pada akun Instagram @pinterpolitik oleh 10 informan mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Wanita Internasional Angkatan 2022 (kategori Generasi Z, laki-laki dan perempuan, serta pengikut aktif akun @pinterpolitik). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis Resepsi model Encoding/Decoding Stuart Hall. Data primer dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam berbasis pedoman wawancara terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan prosedur analisis data interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika visual, ilustrasi karikatur, dan headline provokatif pada Carousel sangat efektif bertindak sebagai pemantik perhatian yang meruntuhkan stigma politik kaku. Namun, pemaknaan esensi isu politik sangat dipengaruhi oleh latar belakang akademis komunikasi informan yang berfungsi sebagai penyaring kritis. Berdasarkan pemetaan resepsi Stuart Hall, temuan terbagi ke dalam tiga posisi : Posisi Negosiasi mendominasi sebesar 70% (7 informan), posisi Oposisi sebesar 20% (2 informan), dan posisi Dominan-Hegemonik sebesar 10% (1 informan). Kesimpulannya, mahasiswa memanfaatkan kepraktisan Carousel demi efisiensi waktu, namun menolak menelan bulat-bulat narasi politik tanpa verifikasi sekunder. Penelitian ini menghadirkan implikasi dimana media sosial diposisikan sebagai pintu masuk literasi, bukan sumber pengetahuan final. Implikasi praktis merekomendasikan redaksi media untuk menyediakan rujukan terlacak serta penguatan program literasi media kritis guna mengantisipasi bahasa pengetahuan semu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahyar. (2018). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Referensi Ilmiah.

Alfian. (1985). Komunikasi politik dan sistem politik di Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, Dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fiske, J. (2007). Memahami budaya populer. Yogyakarta: Jalasutra.

Gay, L. R. (1976). Educational Research: Competencies For Analysis And Application. Columbus: Merrill Publishing.

Ghaidar, A., et al. (2020). Infographic design for visual communication. London, England: Routledge.

Gigi, M. (2006). Media and cultural studies: Keyworks. Malden: Blackwell Publishing.

Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. (1994). Competing paradigms in qualitative research. Thousand Oaks: SAGE Publications.

Hall, S. (2010). Cultural studies: Theory and heritage. London: Routledge.

Hunter, F. (1953). Community power structure: A study of decision makers. Chapel Hill: University of North Carolina Press.

Ismail. (2020). Teknik Pengumpulan Data Penelitian Sosial. Bandung: Alfabeta.

Kertamukti, R. (2015). Strategi kreatif dalam periklanan. Jakarta: Kencana.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2008). Prinsip-prinsip pemasaran. Jakarta: Erlangga.

Lely. (2010). Komunikasi politik: Teori, konsep, dan aplikasi. Jakarta: Kencana.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasrullah. (2015). Media Sosial : Perspektif Komunikasi, Budaya dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Postman, N. (1985). Amusing ourselves to death: Public discourse in the age of show business. New York: Penguin Books.

Sudianto. (2006). Komunikasi politik: Konsep dan teori. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2005). Metode penelitian pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.

Tabroni, R. (2012). Komunikasi politik. Bandung: Karya Putra Darwati.

Ashfiya, & Rahmawaty. (2018). Pengaruh penggunaan fitur carousel Instagram terhadap engagement rate. Jurnal Komunikasi, 10(2), 45-58.

Cuevas-Molano, E., et al. (2021). Interactive content and audience engagement on social media. Journal of Social Media Studies, 8(1), 12-25.

Dewanti. (2019). Pemanfaatan fitur Carousel Instagram sebagai media penyampaian informasi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 17(1), 89-102.

Fazry, M. (2025). Persepsi mahasiswa terhadap konten dakwah media sosial TikTok Ustad Abdul Somad: Studi pada mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi/Tugas Akhir). Padangsidimpuan: UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.

Haidar, & Martadi. (2021). Penerapan elemen visual dan ilustrasi flat design dalam media komunikasi digital. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 5(2), 110-123.

Jannah, M., & Ardoni. (2025). Persepsi mahasiswa terhadap literasi media dan disinformasi di media sosial. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 11(04), 215-228.

Jonanca, O. G. (2023). Persepsi mahasiswa terhadap berita di media sosial Instagram Medantalk (Studi pada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Medan Area) (Skripsi/Tugas Akhir). Medan: Universitas Medan Area.

Lee, B., et al. (2015). News consumption and the emergence of pseudo-knowledge in digital media environments. Journal of Communication, 65(6), 920-940.

Mekarisce. (2020). Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian kualitatif. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12(3), 145-151.

Millenia, & Dewi. (2021). Pengaruh elemen visual iklan terhadap perhatian publik. Jurnal Komunikasi Visual, 9(1), 33-42.

Naparin, & Saad. (2017). Infographics as a tool for enhancing visual literacy skills. Educational Technology Research and Development, 65(4), 981-1002.

Ramadhani, N. F. (2023). Persepsi mahasiswa terhadap infografis media online Tirto.id (Skripsi/Tugas Akhir). Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Rijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Jurnal Alhadharah, 17(33), 81–95.

Rizky. (2020). Analisis penggunaan fitur dan indikator interaksi pada media sosial Instagram. Jurnal Komunikasi Digital, 4(2), 77-88.

Ruhiyat, J. (2024). Persepsi mahasiswa terhadap berita online pada website Tirto.id (Studi deskriptif pada mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung) (Skripsi/Tugas Akhir). Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Tsani, et al. (2025). Digital media consumption and short attention span among Generation Z. Journal of Digital Youth Studies, 3(1), 15-29.

Wei, et al. (2021). Interactive social media content and user engagement: The role of carousel format. Journal of Interactive Advertising, 21(2), 101-115.

Fitriana, A. A. (2026). Scrolling Media Sosial Jadi Aktivitas Favorit Gen Z di Waktu Luang. Goodstats.Id. Melalui https://goodstats.id/

Reuters Institute. (2025). Digital news report 2025. Oxford: Reuters Institute for the Study of Journalism. Melalui https://www.reuters.com/

Published

2026-09-30

How to Cite

Padilah, F. N., Asmarani, A., Rachmah, F. A., & Hadi, S. (2026). PEMAKNAAN MAHASISWA PADA KONTEN POLITIK DALAM CAROUSEL PINTER POLITIK (Analisis Resepsi Stuart Hall). Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE), 2(3), 1661–1667. https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3245

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>