KONTROVERSI KONTEN VIRAL DAN PEMBENTUKAN OPINI PUBLIK DI MEDIA DIGITAL: STUDI KASUS RESEPSI AUDIENS TERHADAP KASUS GIVEAWAY WILLIE SALIM
DOI:
https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i2.2593Keywords:
Opini Publik, Kontroversi Media, Willie Salim, Poverty Porn.Analisis.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana opini publik terbentuk di media sosial terkait kontroversi dugaan manipulasi program giveaway yang dilakukan oleh creator TikTok Willie Salim. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Teori Resepsi Encoding/ Decoding dari Stuart Hall untuk melihat bagaimana Masyarakat menafsirkan informasi yang beredar di berbagai platform media sosial. Fokus penelitian diarahkan perbedaan antara citra positif yang ditampilkan dalam video TikTok dengan fakta di balik layar yang kemudian diungkap melalui kanal YouTube Podcast Bang Denny Sumargo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra Willie Salim sebagai kreator dermawan yang aktif membantu masyarakat selama periode 2023–2025 mengalami penurunan kepercayaan setelah muncul dugaan bahwa sebagian konten giveaway dibuat secara terencana atau settingan. Konten-konten tersebut sebelumnya berhasil menarik perhatian publik dengan jutaan penonton dan ratusan ribu likes. Temuan Penelitian juga memperlihatkan bahwa banyak netizen menganggap konten tersebut sebagai bentuk eksploitasi kemiskinan atau poverty porn demi mendapatkan perhatian dan popularitas di media sosial. Reaksi masyarakat kemudian terbagi menjadi beberapa kelompok. Sebagian besar berada pada posisi oposisi, yaitu menolak dan mengkritik tindakan tersebut karena dianggap tidak jujur. Sebagian lainnya berada pada posisi negosiasi, yaitu tetap mengkritik kebohongan dalam konten tetapi masih menghargai adanya bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Sementara itu, kelompok yang sepenuhnya mendukung Willie Salim semakin sedikit dan umumnya berasal dari pengikut setia yang tetap percaya pada sang kreator. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terbukanya informasi dari berbagai platform media sosial membuat audiens tidak lagi menjadi penonton pasif, tetapi lebih kritis dalam menilai konten digital. Fenomena ini juga menunjukkan meningkatnya kesadaran masyrakat terhadap pentingnya kejujuran, etika komunikasi, dan tanggung jawab moral dalam dunia media sosial.
Downloads
References
Augusta, D., & Rahmadiva, L. A. (2025). Analisis Resepsi Penonton terhadap Keunikan Iklan Denny Sumargo dalam Media Sosial pada Generasi X.
Curhat Bang Denny. (2026). “TERBONGKARNYA!? KATANYA GIVEAWAY TONY CU & WILLIE SALIM CUMA SETTINGAN!?”. 22 Januari. https://youtu.be/UeqoWOWmdHM?si=uo3uC-uZa-PCcQc3
Jacobus, G. A., & Candraningrum, D. A. (2025). Analisis Resepsi Konten Berbagi Uang di Akun TikTok @ Williesalim. 199–206.
Jurnal, S., Sosial, I., Youtube, K., & Salim, W. (2025). Poverty Porn dalam Filantropi Digital ( Studi Literatur pada. 4(4), 1052–1063. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v4i4.5881
Tania dkk., 2025. (2025). Poverty Porn dalam Filantropi Digital ( Studi Literatur pada. 4(4), 1052–1063. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v4i4.5881
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Natalia Sari Pujiastuti, Jovan Sakti Nilnamuna, Dela Kristiyani, Fazil Miftakhul Hakim, Nadjuwa Aprilia Wansa, Khasana Puja

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

















