THE LIVING TRADITION: MENELUSURI WARISAN INTELEKTUAL ISLAM DALAM KURIKULUM PESANTREN AL-ITQON, JAWA TENGAH

Authors

  • Muhammad Asrori Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
  • Maizza Hilda Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
  • Aatinaa Rohmah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
  • Salma Salsabiila Ash-Shawwamah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
  • M. Rikza Chammami Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i1.1854

Keywords:

Tradisi Intelektual Islam, dan kurikulum pesantren

Abstract

Sebagai lembaga Pendidikan Islam tradisional pesantren terus berupaya menjaga kekayaan intelektual Islam sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pendidkan masa kini, analisis ini mendalami kurikulum pesantren Al-Itqon Bugen Jawa Tengah, dengan pendalaman metode untuk memertahankan tradisi intelektual Islam mekanisme pewarisan dan aspek yang memengaruhi proses integrasinya dengan sistem Pendidikan. Hasil penelitian menampilkan bahwa struktur kurikulum yang terdiri dari 40% kajian kitab kuning dan 60% kurikulum nasional , proses pewarisnya dibuat melalui bandongan sorogan dan halaqah yang digabungkan dengan metode terbaru dan diskusi tematik seperti proyek kolaboratif kepemimpinan kyai yang progresif keterlibatan masyarakat dan kapisitas manajemen pesantren ialah sejumlah faktor tradisi mendorong integrasi. Keterbatasan tenaga Pendidik dalam berbagai aspek ketentuan akreditasi adalah rintangan utamanya berdasarkan penelitian ini. Pondok Al-Itqon berhasil mendirikan tradisi yang hidup dengan memakai model integrasi yang adaptif antara warisan intelektual Islam dan Pendidikan modern. Konsep tradisi berguna sebagai landasan untuk menjaga dan memperluas warisan intelektual Islam, peran penting pendidkan pesantren dalam ilmu klasik yang berdiri mepertahankan pola pembelajaran yang tersusun dan budaya religius yang kuat. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengenali betapa tradisi hidup, Pendidikan pesantren kyai, dan karakter guru dalam mempertahankan pewaris ilmu-ilmu Islam. Untuk menghidupkan Kembali ilmu tradisional di dunia modern menyatukan Pendidikan spiritual dan karakteristik dan spiritual formal, literatur klasik di awasi dengan menyeluruh. Hasil penelitian memberitahukan bahwa pesantren Al-Itqon berhasil mempertahankan kedudukan tradisional dan prinsip Islam klasik sementara tetap relevan dengan perkembangan Pendidikan modern dan melestarikan warisan keilmuan islam secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrosyid, KH. Kisah Pesantren Al-Itqon Bugen. Semarang: Yayasan Pesantren Al-Itqon, 2005.

Al-Jalalain, Jalaluddin Muhammad dan Jalaluddin As-Suyuthi. Tafsir Al-Qur'an yang Mulia. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1997.

Al-Qarib, Abu al-Qasim. Pembukaan Pemberi Jawaban yang Dekat. Kairo: Maktabah al-Sunnah, 1995.

Al-Shatibi, Ibrahim bin Musa. Kesepakatan dalam Dasar Hukum Islam. Kairo: Dar al-Hadits, 1997.

Al-Zarnuji, Burhanuddin. Mengajar Murid. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2010.

Departemen Agama Republik Indonesia. Panduan Kurikulum Pesantren. Jakarta: Direktorat Pendidikan Pesantren, 2020.

Dhofier, Zamakhsyari. Pesantren Adat: Mengamati Cara Pandang Kyai. Jakarta: LP3ES, 1982.

Haris Shodaqoh, KH Ahmad. Peranan Pondok Pesantren dalam Pendidikan Terkini. Semarang: PWNU Jawa Tengah, 2018.

Hasan, Ahmad. Kemudahan Tidak Berpuasa untuk Orang Sakit: Telaah Hukum dan Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2022.

Ibnu Qudamah. Yang Memberi Kekuatan. Riyadh : Dar’ Alam al-Kutub, 1997.

Ibnu Malik, Jamaluddin. Seribu Bait Ibnu Malik. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2002.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Silabus Merdeka untuk Pondok Pesantren. Jakarta: Kemendikbud, 2022.

Lukens-Bull, Ronald. Kampus Islam di Indonesia: Kelanjutan dan Benturan. New York: Palgrave Macmillan, 2013.

Mashun, Muhammad. Perahu Keselamatan. Jakarta: Pustaka Azzam, 2008.

Nashir, Haedar. Pesantren dan Perkembangan Zaman. Yogyakarta: Sukses Offset, 2007.

Nasution, Muhammad Akbar. “Beda Pendapat Aliran Hukum Soal Batas Umur Balig dan Keringanan Puasa. ” Jurnal Fiqh dan Syariah, Vol.15, No.1, 2024.

Qardhawi, Yusuf. Hukum Perang, Kesetiaan dan Pelepasan, Pajak Tanah dan Hasil Bumi. Kairo : Maktabah Wahbah, 2001.

Rizki, Nurfadilah. "Pemahan Mahasiswa Tentang Keringanan Puasa Saat Kondisi Fisik. Jurnal Pendidikan Islam, Vol.12, No.2, 2023.

Steenbrink, Karel A. Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam di Masa Kini. Jakarta: LP3ES, 1994.

Sulaiman, Abdulaziz. Keringanan Puasa Menurut Empat Aliran Hukum. Bandung: Mizan, 2020.

Syamsul, M. Kitab Klasik dan Jejak Intelektual Pesantren. Bandung: Mizan, 2015.

Wahid, Abdurrahman. Pesantren dan Sistem Pemerintahan. Jakarta: Demokratisasi, 2006.

Wahyudi, Budi. “Efek Kesehatan dari Keringanan Puasa untuk Mahasiswa. Jurnal Kesehatan dan Syariah, Vol.8, No.3, 2025,

Zamzam, M. Rangkaian dan Penyampaian Ilmu di Pesantren. Surabaya: Pustaka Insani, 2019.

Zubaidah, Siti. “Menggabungkan Materi Pesantren di Era Digital. Jurnal Pendidikan Islam, Vol.10, No.2, 2023,

Published

2026-01-09

How to Cite

Muhammad Asrori, Maizza Hilda, Aatinaa Rohmah, Salma Salsabiila Ash-Shawwamah, & M. Rikza Chammami. (2026). THE LIVING TRADITION: MENELUSURI WARISAN INTELEKTUAL ISLAM DALAM KURIKULUM PESANTREN AL-ITQON, JAWA TENGAH. Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE), 2(1), 378–387. https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i1.1854

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.