PENGARUH DURASI TERTANAM TERHADAP KAPASITAS DAYA DUKUNG DAN RESPONS DEFORMASI TIANG PANCANG POLOS MINI PADA TANAH GAMBUT DAN TANAH LEMPUNG

Authors

  • Wan Muhammad Amin Politeknik Negeri Bengkalis
  • Faisal Ananda Politeknik Negeri Bengkalis
  • Muhammad Gala Garcya Politeknik Negeri Bengkalis

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3116

Keywords:

Durasi Tertanam, Umur 1 Hari, Daya Dukung, Penurunan, Tanah Gambut, Tanah Lempung, Tiang Pancang Mini

Abstract

Tanah gambut dan tanah lempung merupakan jenis tanah lunak yang memiliki daya dukung rendah dan berpotensi mengalami penurunan besar akibat pembebanan, sehingga penggunaan pondasi tiang pancang menjadi salah satu solusi untuk menyalurkan beban ke lapisan tanah yang lebih dalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas daya dukung dan respons deformasi tiang pancang polos mini pada durasi tertanam paling awal, yaitu umur 1 hari, serta membandingkan kinerja tiang pancang beton mini polos dengan tiang pancang kayu bakau. Pengujian dilakukan secara eksperimental pada kedalaman 2 m menggunakan metode Static Loading Test (SLT) dengan penambahan beban bertahap sebesar 20 kg. Hasil pengujian pada umur 1 hari menunjukkan bahwa di tanah lempung, tiang pancang beton mampu menahan beban hingga 200 kg dengan penurunan 1,97 cm sebelum mengalami loss pada beban 220 kg, sedangkan tiang pancang bakau hanya mampu menahan beban hingga 160 kg dengan penurunan 1,69 cm sebelum loss pada beban 180 kg. Di tanah gambut, tiang pancang beton menahan beban hingga 80 kg dengan penurunan 1,87 cm sebelum loss pada 100 kg, sementara tiang pancang bakau menahan beban hingga 100 kg dengan penurunan 1,91 cm sebelum loss pada 120 kg. Hasil ini menunjukkan bahwa pada umur tertanam yang masih sangat muda, kapasitas daya dukung tiang pancang secara umum masih rendah pada kedua jenis tanah, dan tiang pancang beton menunjukkan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan tiang pancang bakau, terutama pada tanah lempung.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Standardisasi Nasional. (2017). SNI 8460:2017 tentang Persyaratan Perancangan Geoteknik. Jakarta: BSN.

Braja M. Das. (2010). Principles of Geotechnical Engineering (7th ed.). Cengage Learning.

Chiarli, K. T., & Susilo, A. J. (2021). Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton terhadap Gaya Tarik, Lateral, dan Momen pada Tanah Kohesif.

Federal Highway Administration. (2006). Design and Construction of Driven Pile Foundations. U.S. Department of Transportation.

Joseph E. Bowles. (1997). Foundation Analysis and Design (5th ed.). McGraw-Hill.

Karl Terzaghi, & Ralph B. Peck. (1996). Soil Mechanics in Engineering Practice (3rd ed.). John Wiley & Sons.

Muthmainnah, M. (2021). Analisis Kapasitas Dukung dan Penurunan Pondasi Tiang Pancang dengan Variasi Dimensi (Studi Kasus Gedung Dental Learning Center Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta).

Nurdiani, N. (2013). Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang: Cara Pemancangan, Kendala dan Teknologi Terbaru.

Sofyan, Muhardi, & Fatnanta, F. (2020). Analisa Kapasitas Daya Dukung Cerocok Tunggal dan Kelompok Skala Lapangan.

Amin, W. M. (2026). Studi Eksperimental Pengaruh Durasi Tertanam Terhadap Kapasitas Daya Dukung dan Respons Deformasi Tiang Pancang Polos Mini pada Tanah Gambut dan Tanah Lempung. Skripsi, Politeknik Negeri Bengkalis.

Published

2026-09-30

How to Cite

Amin, W. M., Ananda, F., & Garcya, M. G. (2026). PENGARUH DURASI TERTANAM TERHADAP KAPASITAS DAYA DUKUNG DAN RESPONS DEFORMASI TIANG PANCANG POLOS MINI PADA TANAH GAMBUT DAN TANAH LEMPUNG. Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE), 2(3), 1877–1885. https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3116

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.