MEMBANGUN KESADARAN MELALUI SPIRITUALITAS HENDRIKUS LEVEN UNTUK KEHIDUPAN YANG BERKUALITAS

Authors

  • Dominikus Dx wain Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka
  • Magdalena Maria Ines Kleden Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka
  • Nelci Halla Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i1.2274

Keywords:

Spiritualitas, Kesadaran, Kualitas Hidup, Henricus Leven, Studi Kepustakaan

Abstract

Kehidupan manusia modern sering ditandai oleh tekanan psikologis, kelelahan batin, dan pencarian makna hidup. Spiritualitas menjadi salah satu dimensi penting untuk membangun kesadaran diri dan meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran spiritualitas Hendrikus Leven dalam membangun kesadaran manusia menuju kehidupan yang berkualitas. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis deskriptif-interpretatif. Data primer diperoleh dari gagasan dan refleksi praktik spiritual Hendrikus Leven, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur ilmiah mengenai spiritualitas, kesadaran, dan kualitas hidup. Hasil kajian menunjukkan bahwa spiritualitas Hendrikus Leven menekankan kesadaran diri yang berkembang melalui refleksi pengalaman hidup, termasuk pengalaman sulit, sehingga individu dapat menemukan makna hidup, menghadapi tantangan, dan membangun relasi yang sehat dengan sesama. Temuan ini konsisten dengan studi empiris yang menunjukkan hubungan positif antara spiritualitas dan kualitas hidup. Dengan demikian, spiritualitas bukan hanya dimensi religius, tetapi juga variabel multidimensi yang berkontribusi pada kesejahteraan batin dan kualitas hidup secara menyeluruh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Frankl, V. E. (2006). Man’s search for meaning. Beacon Press.

King, P. E., & Benson, P. L. (2011). Spirituality as an essential determinant for the good life, its importance relative to self-determinant psychological needs. Journal of Happiness Studies, 13, 685–700.

King, P. E., & Benson, P. L. (2011). Spirituality as an essential determinant for the good life, its importance relative to self-determinant psychological needs. Journal of Happiness Studies, 13, 685–700.

Rahner, K. (1978). Foundations of Christian faith: An introduction to the idea of Christianity. Seabury Press.

Schneiders, S. M. (2011). Spirituality in the academy: Theological essays. Orbis Books.

Sheldrake, P. (2013). Spirituality: A brief history (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Skevington, S. M., Lotfy, M., & O’Connell, K. A. (2014). The World Health Organization’s WHOQOL-SRPB group: Integrating spirituality, religion and personal beliefs into quality of life assessment. Achievements and guidelines. Social Science & Medicine, 78, 1–8.

Southwick, S. M., Pietrzak, R. H., Tsai, J., Krystal, J. H., & Charney, D. S. (2005). The role of religion and spirituality in mental health and resilience. Focus, 3(3), 382–390.

Tillich, P. (1957). Dynamics of faith. Harper & Row.

Waaijman, K. (2002). Spirituality: Forms, foundations, methods. Peeters.

Zohar, D., & Marshall, I. (2004). Spiritual capital: Wealth we can live by. Berrett-Koehler.

Published

2026-01-31

How to Cite

Dominikus Dx wain, Magdalena Maria Ines Kleden, & Nelci Halla. (2026). MEMBANGUN KESADARAN MELALUI SPIRITUALITAS HENDRIKUS LEVEN UNTUK KEHIDUPAN YANG BERKUALITAS. Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE), 2(1), 1223–1232. https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i1.2274

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)