PENGAPLIKASIAN SALEP MINYAK BUAH MERAH UNTUK MEMPERTAHANKAN KELEMBABAN DAN MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIKUM GRADE 2 DI DESA BOJONG, KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA

Authors

  • Jihan Nurul Fadilah Politeknik Yakpermas Banyumas
  • Eko Julianto Politeknik Yakpermas Banyumas
  • Dwi Astuti Politeknik Yakpermas Banyumas

Keywords:

Ulkus Diabetikum, Salep Buah Merah, Perawatan Luka

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronis yang paling sering dialami oleh penderita Diabetes Melitus, terutama yang kadar gula darahnya tidak terkontrol dalam jangka panjang. Kondisi ini terjadi akibat adanya kerusakan saraf perifer (neuropati) dan gangguan aliran darah (iskemia), sehingga menyebabkan luka yang sulit sembuh, rentan terhadap infeksi, dan berisiko tinggi mengalami amputasi ekstremitas bawah. Luka ulkus diabetikum dapat menembus hingga lapisan jaringan dalam seperti tendon dan tulang, serta memiliki angka kejadian yang cukup tinggi di Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Purbalingga. Oleh karena itu, penanganan ulkus diabetikum memerlukan strategi perawatan luka yang efektif, ekonomis, dan mudah diterapkan di masyarakat. Salah satu metode perawatan luka yang terbukti efektif adalah konsep Moist Wound Healing, yaitu menjaga kelembaban luka agar proses penyembuhan berlangsung optimal. Dalam studi ini, dilakukan pengaplikasian salep minyak buah merah (Pandanus conoideus) sebagai balutan primer untuk mempertahankan kelembaban luka dan mempercepat proses penyembuhan ulkus diabetikum grade 2. Buah merah merupakan tanaman endemik Papua yang kaya akan senyawa bioaktif seperti betakaroten, tokoferol, dan asam lemak esensial yang memiliki sifat antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Penggunaan minyak buah merah sebagai bahan aktif dalam salep diyakini mampu mendorong proses debridemen autolitik, mencegah infeksi, merangsang pembentukan jaringan granulasi, serta mempercepat epitelisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif terhadap satu responden berusia 62 tahun dengan luka ulkus diabetikum grade 2 yang dirawat di Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Proses perawatan luka dilakukan selama tujuh hari dengan interval dua hari sekali. Sebelum dilakukan perawatan, luka memiliki ukuran 2,4 cm × 1,8 cm, disertai eksudat purulen, tepi luka tidak jelas, dan warna kulit sekitar luka tampak merah gelap. Setelah tujuh hari perawatan menggunakan salep minyak buah merah, terjadi penurunan ukuran luka menjadi 2,2 cm × 1,6 cm, eksudat menghilang, warna kulit membaik menjadi merah muda, jaringan granulasi terbentuk 100%, dan epitelisasi mencapai tingkat sempurna. Hasil dari studi kasus ini menunjukkan bahwa salep minyak buah merah efektif dalam mempertahankan  kelembaban  luka,  mempercepat  proses  penyembuhan,  dan meningkatkan kualitas perawatan ulkus diabetikum. Terapi ini juga nyaman digunakan dan dapat mengurangi rasa nyeri saat penggantian balutan. Dengan demikian, salep minyak buah merah dapat dijadikan sebagai alternatif terapi topikal yang berbasis herbal lokal untuk perawatan luka kronis, terutama di wilayah dengan akses terbatas terhadap layanan medis modern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu keperawatan, khususnya di bidang perawatan luka, serta menjadi rujukan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (evidence-based nursing).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdussamad. (2022). Buku Metode Penelitian Kualitatif (Vol. 04).

https://doi.org/10.31219/osf.io/juwxn

Arisanty. (2013). Konsep Dasar Manajemen Perawatan Luka. https://www.belbuk.com/konsep-dasar-manajemen-perawatan-luka-p- 40737.html. Diakses pada tanggal 10 April 2023.

Ayomi. (2022). Buah Merah (Pandanus Conoideus) Terhadap Penyerapan Zat Besi (Fe) Dalam Duodenum. 90–93. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/1189/p df

Ayu. (2021). Pencegahan Dan Perawatan Ulkus Diabetikum.

https://stradapress.org/index.php/ebook/catalog/view/29/27/107-1

Damayanti. (2020). Diabetes mellitus Dan Penatalaksanaan Keperawatan

/Santi Damayanti. Nuha Medika, 2020.

https://balaiyanpus.jogjaprov.go.id/opac/detail-opac?id=305552

Dewi. (2020). Metode Pengumpulan Data Penelitian. https://journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/fokus/article/view/7413/ 2 589

Dzaki et al. (2023). Perawatan Luka Diabetes Melitus Dengan Metode Modern Dressing. 1 no 6.

https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.8174493

Firdaus. (2021). Topikal Pandanus Conoideus Menyembuhkan Luka Diabetes : Laporan Kasus. In Mahakam Nursing Journal (Vol. 2, Issue 9). Hutagalung et al. (2020). Continuing Medical Education Akreditasi PB IDI-2 SKP Diabetic Foot Infection (Infeksi Kaki Diabetik)

:Diagnosis Dan Tatalaksana. 46.

https://doi.org/https://doi.org/10.55175/cdk.v46i6.463

Gabriel, A., Mussman, J., Rosenberg, L. Z., Torre, J. L. (2017). Wound Healing Growth Factors. http://www.dermaclose.com/documen- items/education- training/wound-treathment/wound-healing.pdf. Diakses pada tanggal 10 April 2023.

IDF. (2021). IDF Diabetes Atlas. https://diabetesatlas.org/idfawp/resourcefiles/2021/07/IDF_Atlas_10t h_Editi on_2021.pdf

Ika Rahayu. (2022). Hubungan Antara Polimorfisme Gen VEGF-A Dengan Perkembangan Ulkus Diabetika. file:///C:/Users/ASUS/Downloads/admin,+6610IKA+EDIT+1_ED IT+AGUS_EDIT+HENDRA_EDIT+AZALIA_revisi_Finish- ERMA-1.pdf

Kaya. (2023). Evaluation Of Nurses’ Knowledge Levels Of Diabetic Foot Care Management. Nursing Research And Practice, 1–12. https://doi.org/10.1155/2018/8549567

Kementrian Kesehatan RI. (2020). Kementerian Kesehatan RI. (2020). Infodatin Tetap Produktif, Cegah, Danatasi Diabetes Melitus 2020. https://www.google.com/search?q=Kementerian+Kesehatan+RI.+(20 20).+In%2Finfodatin%2FInfodati+n-2020-Diabetes Melitus.pdf&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOdIBCzM0Njky

Kusumaningrum et al. (2020). Pemeriksaan Kaki Sendiri Berbasis Android Untuk Deteksi Dini Diabetic Foot Ulcer (Niken Safitri Dyan K, Ed.). Departemen Ilmu Keperawatan. https://doc pak.undip.ac.id/id/eprint/10687/2/SAKARIN.pdf

Lestari, M. P., & Safitri, N. (2021). Gizi Untuk Proses Penyembuhan Luka Pada Pasien Dengan Diabetic Foot Ulcer (DFU): Literature Riview. Journal of Nutrition Collage, Vol 10, No. Diakses pada tanggal 11 April 2023. https://doi.org/10.14710/jnc.v10i1.29825.

Maryunani. (2021). Pengkajian Luka Menurut Meggit-Wagner Dan Pedis Pada Pasien Ulkus Diabetikum. http://e journals.unmul.ac.id/index.php/JKPBK

Mellyana, S., Prabawati, R., & Sirojjuddi. (2022). Pengaruh Penggunaan Minyak Buah Merah (Pandanus Conoideus) Sebagai Antiseptik Terhadap Proses Penyembuhan Luka Sayatan Kiri Pada Mencit ( Mus Musculus). Biolearning Journal ISSN: 2406-8233; EISSN; 2406-8241 Volume 9 No. 2 Juli 2022.

https://unimuda.ejournal.id/jurnalbiolearning/article/view/2538. Diakses pada tanggal 30 Maret 2023.

Mataputun. (2022). Pengaruh Perawatan Luka Modern Dressing Terhadap Derajat Luka Ulkus Diabetikum. Vol.8 No.1. https://doi.org/10.33862/citradelima.v8i1.401

Morison, M. . (2014). Manajemen Luka. Buku Kedokteran. Jakarta: EGC.

Notoatmodjo. (2021). Buku Ajar Metodologi Penelitian Kesehatan (Aurora Hawa Nadana,Ed.). Ahlimedia Press. http://repository.sarimutiara.ac.id/id/eprint/29/1/Buku%20Ajar%20Metodol ogi%20Penelitian%20Kesehatan.pdf

Patel. (2023). Pendekatan Penelitian Pendidikan: Metode Penelitian Kualitatif, Metode Penelitian Kuantitatif Dan Metode Penelitian Kombinasi https://www.google.com/url?q=https://jptam.org/index.php/jptam/article/do wnload/6187/5167/11729&sa=U&sqi=2&ved=2ahUKEwiRnqOksaaLAx

Priadana dan Sunarsi. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif. Pascal Books. https://www.google.com/url?q=https://lemlit.unpas.ac.id/wpcontent/uplo ads/2022/02/Metode-Penelitian Kuantitatif.pdf&sa=U&sqi=2&ved=2ahUKEwjtx_73sqaLAxXF4jgG Hd zMIf0QFnoECCEQAQ&usg=AOvVaw2P04DEC2Na5- ee2rJcpl9G

Rendy. (2022). Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Dan Penyakit Dalam. Nuha Medika. https://batupusaka.bantenprov.go.id/koleksi/monograf/kesehatan/MTE2ODI y-asuhan-keperawatan-medikal-bedah-dan-penyakit-dalam-m-clevo rendy?perpus=aHR0cHM6Ly9hZG1pbi1pbmxpc2xpdGUtdGFuZ2VyYW5 na2FiLnBlcnB1c25hcy5nby5pZC9pbmxpc2xpdGUzLw

Riskesdas. (2022). Riskesdas Nasional. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan% 20Riskesdas%202018%20Nasional.pdf

Rumbrawer et al. (2020). Pemanfaatan Buah Merah terhadap Pertumbuhan Granulasi Jaringan Luka Diabetes. 14 no 2.

https://ejournal.jatengprov.go.id/index.php/jurnaljateng/article/d ownloa d/375/296

Susanti. (2021). Faktor Resiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Jurnal Farmasi & Sains Indonesia, 4 (2), 79–84.

https://doi.org/10.52216/jfsi.vol4no2p79-84

widasari. (2020). Konsep Dasar Perawatan Luka.

https://www.library.ustb.ac.id/opac/detail-opac?id=2617

World Health Organization. (2021). Global Report On Diabetes. 86.

https://iris.who.int/

Wulandari. (2024). Kombinasi Penerapan Teknik Relaksasi NASON (Nafas Dalam Dan Benson) Terhadap Skala Nyeri Pada Pasien UlkusDiabetik.

19. https://doi.org/https://doi.org/10.30643/jiksht.v19i2.350

Yulyastuti et al. (2021). Pencegahan Dan Perawatan Ulkus Diabetikum. Starda Press. https://stradapress.org/index.php/ebook/catalog/view/29/27/107-1

Published

2025-11-19

How to Cite

Jihan Nurul Fadilah, Eko Julianto, & Dwi Astuti. (2025). PENGAPLIKASIAN SALEP MINYAK BUAH MERAH UNTUK MEMPERTAHANKAN KELEMBABAN DAN MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIKUM GRADE 2 DI DESA BOJONG, KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA. Indonesian Journal of Health and Psychology (IJOHAP), 1(2), 72–86. Retrieved from https://e-jurnal.jurnalcenter.com/index.php/ijohap/article/view/1505