GAMBARAN PEMBERIAN RANGE OF MOTION (ROM) BOLA KARET DALAM MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT PADA NY.M STROKE NON HEMORAGIK DI WILAYAH PUSKESMAS KARANGMONCOL

Authors

  • Rifo Wijanarko Politeknik Yakpermas Banyumas
  • Sudiarto Politeknik Yakpermas Banyumas
  • Eko Julianto Politeknik Yakpermas Banyumas

Keywords:

Stroke Non Hemoragik, Range of Motion (ROM), Bola Karet.

Abstract

Stroke non hemoragik merupakan salah satu penyakit neurologis yang disebabkan oleh sumbatan pada aliran darah otak, yang mengakibatkan penurunan suplai oksigen serta nutrisi ke jaringan otak dan menyebabkan kelemahan pada fungsi motorik. Kelemahan tersebut berdampak pada penurunan kekuatan dan tonus otot ekstremitas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien Stroke Non Hemoragik adalah dengan latihan Range of Motion (ROM) menggunakan bola karet. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi ROM bola karet terhadap peningkatan kekuatan tonus otot pada pasien stroke non hemoragik di Desa Pepedan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif terhadap Ny. M dengan Stroke Non Hemoragik yang memenuhi kriteria inklusi. Perawatan dilakukan dengan waktu selama 7 hari rutin 2 kali sehari pagi dan sore Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah dilakukan terapi ROM bola karet. Nilai rata-rata sebelum intervensi adalah 2,29, dan meningkat menjadi 2,57 setelah intervensi selama satu minggu. Hal ini membuktikan bahwa terapi ROM bola karet dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah, meningkatkan koordinasi, serta merangsang aktivitas neuromuskular pada pasien Stroke Non Hemoragik. Terapi ROM bola karet efektif dalam meningkatkan kekuatan tonus otot ekstremitas atas pada pasien Stroke Non Hemoragik, terapi ROM bola karet dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis dalam proses rehabilitasi pasien Stroke.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agusrianto, & Rantesigi, N. (2020). Penerapan Latihan Range of Motion ( ROM ) Bola Karet terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas pada Pasien dengan Kasus Stroke. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 2(2), 61–66. https://doi.org/10.36590/jika.v2i2.48 diakses pada tanggal 19 April 2025.

Amelia, R., Baiturrahmah, U., Abdullah, D., Baiturrahmah, U., Dewi, N. P., & Baiturrahmah, U. (2020). Pelatihan Deteksi Dini Stroke “ Metode Fast ” Pada Lansia Di Nagari. Jurnal Abdimas ADPI, 1(1), 25–32. https://doi.org/10.47841/adpi.v1i1.19 diakses pada tanggal 20 April 2025.

Andriani, D., Nigusyanti, A. F., Nalaratih, A., Yuliawati, D., Afifah, F., Fauzanillah, ..., & Supriadi, D. (2021). Pengaruh Range Of Motion (ROM) Bola Karet Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke. IndoGenius, 1(1), 34–41.https://genius.inspira.or.id/index.php/indogenius/article/view/59 diakses pada tanggal 20 April 2025.

Arisandi, Y. (2023). Buku Keperawatan Gerontik. Pekalongan : Nasya Expanding Management.

Aryanti, A. D., Rohmah, M., Fuadah, S., Saputra, R., Madani, U. Y., & Tangerang, R. A.-N. (2023). Studi Kasus : Pasien Stroke Non Hemoragik Dengan Intervensi ROM Pasif Untuk Meningkatkan. Journal Keperawatan, 1(1), 23–27.http://risji.com/index.php/jurkep/article/view/12 diakses pada 20 April 2025.

Bistara, D. N. (2019). Pengaruh Range of Motion terhadap Kekuatan Otot pada Pasien Stroke. Jurnal Kesehatan Vokasional, 4(2), 112–117. https://doi.org/10.22146/jkesvo.44497 diakses pada tanggal 21 April 2025.

Maimurahman, H., & Fitria, C. N. (2018). Keefektifan Range Of Motion (ROM) Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Pada Pasien Stroke. Akper PKU Muhammadiyah Surakarta.https://media.neliti.com/media/publications /162521-ID-keefeektifan-range-of-motion-rom-terhada.pdf diakses pada tanggal 21 Desember 2023.

Maria, I. (2021). Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus Dan Asuhan Keperawatan Stroke. Sleman : Budi Utama.

Maulina, E. (2023). Studi Kasus Penerapan Range Of Motion ( ROM ) Pasif Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Lansia Stroke. Journal Keperawatan Degeneratif, 01(01), 1–9.http://ejournal.akper-pelni.ac.id/index.php/jkp

diakses pada tanggal 20 Desember 2023.

Nursalam. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.Jakarta Selatan : Salemba Medika.

Purba, S. D., Sidiq, B., Purba, I. K., Hutapea, E., Silalahi, K. L., & Sucahyo, D. (2022). Efektivitas ROM ( Range of Motion ) terhadap Kekuatan Otot pada Pasien Stroke di Rumah Sakit Royal Prima Tahun 2021. Jumantik, 7(1).https://doi.org/10.30829/jumantik.v7i1.10952 diakses pada tanggal 19 Desember 2023.

Purbalingga, D. K. K. (2018). Profil Kesehatan Kabupaten Purbalingga Tahun 2018. Purbalingga : Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga.

Riskesdas. (2019). Laporan Riskesdas 2018 Nasional. Jakarta : Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Ruswadi, D. I., & Supriatun, E. (2022). Keperawatan Gerontik Pengetahuan Praktis Perawat Dan Mahasiswa Keperawatan. Indramayu : Adanu Abimata.

Sihombing, F., Barus, L. S., Istianah, Saputra, B., Silitonga, I. R., Zulkarnaini, ..., & Purnama, A. (2021). Buku Ajar Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia. Jawa Tengah : Cv Eureka Media Aksara.

Published

2025-11-19

How to Cite

Rifo Wijanarko, Sudiarto, & Eko Julianto. (2025). GAMBARAN PEMBERIAN RANGE OF MOTION (ROM) BOLA KARET DALAM MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT PADA NY.M STROKE NON HEMORAGIK DI WILAYAH PUSKESMAS KARANGMONCOL. Indonesian Journal of Health and Psychology (IJOHAP), 1(2), 13–19. Retrieved from https://e-jurnal.jurnalcenter.com/index.php/ijohap/article/view/1457