PELATIHAN SENAM LANTAI BERBASIS PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK SISWA SEKOLAH DASAR
DOI:
https://doi.org/10.62567/jpi.v3i1.3512Keywords:
Senam Lantai, Permainan, Kemampuan Motorik, Siswa Sekolah DasarAbstract
Pelatihan senam lantai berbasis permainan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan motorik siswa sekolah dasar melalui aktivitas jasmani yang menyenangkan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SD Negeri 106790 Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan melibatkan 25 siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keseimbangan, koordinasi gerak, penguasaan teknik, keberanian, dan kesadaran terhadap keselamatan melalui pelatihan senam lantai berbasis permainan. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, sosialisasi, demonstrasi gerakan, praktik terbimbing, permainan lintasan gerak senam, dan evaluasi. Berdasarkan data, rata-rata skor kemampuan motorik siswa meningkat dari 68,80 pada evaluasi awal menjadi 84,95 pada evaluasi akhir, dengan kenaikan sebesar 16,15 poin. Peningkatan terbesar terdapat pada aspek penguasaan teknik, yaitu sebesar 17,50 poin, sedangkan peningkatan pada aspek keseimbangan dan koordinasi masing-masing sebesar 15,75 poin. Selain itu, simulasi hasil angket menunjukkan bahwa 92% siswa tertarik mengikuti kegiatan, 88% merasa permainan membantu memahami gerakan, dan 90% merasa lebih berani melakukan gerakan senam. Data tersebut menggambarkan contoh cara penyajian hasil evaluasi program. Namun, angka-angka tersebut perlu diganti dengan hasil pengukuran nyata untuk menyimpulkan efektivitas kegiatan secara empiris.
References
Arifin, Z. (2019). Evaluasi pembelajaran. Remaja Rosdakarya.
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall.
Bompa, T. O., & Buzzichelli, C. (2019). Periodization: Theory and methodology of training. Human Kinetics.
Chaput, J.-P., Willumsen, J., Bull, F. C., et al. (2020). 2020 WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour for children and adolescents aged 5–17 years: Summary of the evidence. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 17, Article 141. https://doi.org/10.1186/s12966-020-01037-z
Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Panduan pengembangan bahan ajar. Departemen Pendidikan Nasional.
Husdarta, J. S., & Saputra, Y. M. (2014). Belajar dan pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan. Alfabeta.
Lutan, R. (2001). Asas-asas pendidikan jasmani: Pendekatan pendidikan gerak di sekolah dasar. Direktorat Jenderal Olahraga.
Mahendra, A. (2000). Senam. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
Samsudin. (2008). Pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SD/MI. Litera.
Sudjana, N. (2017). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Remaja Rosdakarya.
World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240015128
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ari Mecky Prawira Ketaren, Ahmad Sholihin, Nikolaus Nopan Telambanua, Tona zisoki Laia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













