PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS AL-QUR'AN DAN KOHESI SOSIAL: STUDI LAPANGAN DAN IMPLIKASINYA DI KELURAHAN PETUKANGAN SELATAN

Authors

  • Abdullah Safei Institut Ilmu al-Qur’an (IIQ) Jakarta
  • Samsul Ariyadi Institut Ilmu al-Qur’an (IIQ) Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.62567/jpi.v2i1.2356

Keywords:

Al-Qur’an, pemberdayaan masyarakat,, Kelurahan Petukangan Selatan, keagamaan

Abstract

Artikel ini mengkaji pemberdayaan masyarakat melalui perspektif Al-Qur'an dengan penekanan pada peningkatan kohesi sosial di Kelurahan Petukangan Selatan. Penelitian lapangan dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik sampling purposive dan instrumen wawancara mendalam serta observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai Al-Qur'an berkontribusi signifikan terhadap terbentuknya kohesi sosial, peningkatan rasa saling percaya, dan penguatan identitas keagamaan di tingkat komunitas. Temuan ini didukung oleh telaah literatur dan data empiris yang diperoleh di lapangan, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pemangku kebijakan dan praktisi pemberdayaan masyarakat. Studi ini menyoroti pentingnya peran Al-Qur'an dalam merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat yang berbasis nilai dan norma sosio-kultural, khususnya di lingkungan Kelurahan Petukangan Selatan. Dengan mengintegrasikan perspektif keislaman dan prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat, penelitian ini menegaskan pentingnya peran Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi dalam merancang kebijakan komunitas yang efektif, responsif, dan berkelanjutan. Sejalan dengan tujuan strategis dalam meningkatkan kohesi sosial, temuan ini diharapkan dapat mendorong refleksi mendalam dan inovasi dalam program-program pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan di Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi pada wacana akademis dan praktik lapangan dengan menyajikan model konseptual pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dan meningkatkan kohesi sosial secara signifikan. Diharapkan, penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan studi dan menguji relevansi model ini di konteks geografis dan kultural yang berbeda.

References

Bahruddin, M. (2020). Pemberdayaan masyarakat dalam konteks keislaman: Teori dan praktik. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 8(2), 45-62.

Chambers, R. (1997). Whose Reality Counts? Putting the First Last. Intermediate Technology Publications.

Durkheim, E. (2001). The Division of Labor in Society (W. D. Halls, Trans.). The Free Press. (Original work published 1893)

Harahap, Z. (2021). Strategi pemberdayaan berbasis nilai keislaman di era modern. Jurnal Studi Islam, 10(1), 75-94.

Lestari, R. (2017). Integrasi nilai keagamaan dalam pembangunan masyarakat: Studi kasus di Jawa Barat. Jurnal Sosial dan Budaya, 5(3), 123-139.

Misbah, A. (2016). Dinamika sosial dan pemberdayaan komunitas Muslim di perkotaan. Jurnal Interaksi Sosial, 4(2), 56-70.

Nasution, A. (2019). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif keislaman. Jurnal Keislaman dan Pembangunan, 7(4), 89-105.

Putra, D. (2018). Kohesi sosial dalam dinamika masyarakat modern: Sebuah pendekatan keagamaan. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 12(1), 33-50.

Siregar, H. (2020). Nilai Al-Qur’an sebagai dasar pemberdayaan masyarakat: Konsep dan aplikasinya. Jurnal Ilmu Sosial Islam, 9(2), 101-118.

Published

2026-03-31

How to Cite

Abdullah Safei, & Samsul Ariyadi. (2026). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS AL-QUR’AN DAN KOHESI SOSIAL: STUDI LAPANGAN DAN IMPLIKASINYA DI KELURAHAN PETUKANGAN SELATAN. Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI), 2(1), 888–896. https://doi.org/10.62567/jpi.v2i1.2356

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.