SOSIALISASI SUNAT SEALER UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN DAN KEAMANAN SIRKUMSISI ANAK DI KLINIK YS

Authors

  • Yadi Putra Universitas Abulyatama Aceh
  • Mansuriza Universitas Abulyatama Aceh
  • Irma Andriani Universitas Abulyatama Aceh
  • Zalfanabira Universitas Abulyatama Aceh
  • Rahmi Tsania Universitas Abulyatama Aceh

DOI:

https://doi.org/10.62567/jpi.v2i1.2201

Keywords:

Sosialisasi, Sunat Sealer, Sirkumsisi Anak, Kenyamanan, Keamanan

Abstract

Sunat atau sirkumsisi merupakan prosedur medis yang umum dilakukan pada anak laki-laki di Aceh dan umumnya di Indonesia atas dasar religious, budaya dan kesehatan. Seiring perkembangan teknologi medis, metode sunat semakin berkembang kearah yang lebih canggih atau modern untuk memberikan kenyamanan dan keamanan, salah satu metode modern yang menjadi pilihan adalah penggunaan sunat sealer (lem medis) sebagai peganti metode jahitan. Namun, pemahaman masyarakat mengenai metode ini masih terbatas sehingga dilakukan pengabdian masyarakat mengenai metode ini di klinik YS. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan sosialiasi dan penerapan sunat sealer sebagai alternative sunat modern guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan sirkumsisi anak di Klinik YS Aceh Besar. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan pada orang tua, pelaksanaan sunat sealer, kejadian komplikasi dan kepuasan orang tua. Hasil pengabdian menunjukan pengetahuan meningkatan dan kenyamanan anak sangat nyaman. Kesimpulan sunat sealer dapat direkomendasikan sebagai alternative sunat modern yang aman dan nyaman bagi anak.

References

Efendi, U. (2017). 1 Perbandingan Efektitas Perawatan Luka Pada Khitan. 1–9.

Hosseini, S. A., Mohammadi, R., & Hosseini, M. (2021). Comparison of Plastibell circumcision and conventional circumcision in terms of complications and parental satisfaction. Journal of Pediatric Urology, 17(1), 45 51. https://doi.org/10.1016/j.jpurol.2020.10.013

Jiang, Y., & Zhang, Z. (2025). PEG-based polyurethane bioadhesive for wet and adaptable adhesion to circumcision wounds. Regenerative Biomaterials, 12(1), rbaf018. https://doi.org/10.1093/rb/rbaf018

Kılıç, S. (2024). Comparative analysis of two methods in circumcision: a new disposable device versus classic sleeve technique. BMC Urology, 24, Article 126. https://doi.org/10.1186/s12894-024-01513-9

Soni, R. R., & Baghel, B. (2025). Comparative study of suture versus sutureless circumcision: Clinical outcomes and parental satisfaction. Bioinformation, 21(3), 137–145.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatig, dan R&D, penerbit. Alfabeta, Bandung.

Wahyuningrum, A. D. (2020). Luka Pasca Sirkumsisi Pada Anak. 9, 82–87.

Published

2026-01-31

How to Cite

Yadi Putra, Mansuriza, Irma Andriani, Zalfanabira, & Rahmi Tsania. (2026). SOSIALISASI SUNAT SEALER UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN DAN KEAMANAN SIRKUMSISI ANAK DI KLINIK YS. Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI), 2(1), 727–731. https://doi.org/10.62567/jpi.v2i1.2201

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.