DATA-BASED VILLAGE PLANNING EDUCATION VIA MUSDESUS FOR SETTLEMENT-ENVIRONMENT PROPOSALS IN KALIJAGA

Authors

  • Isnein Akbar Universitas Hamzanwadi
  • Abdulah Muzakkar Universitas Hamzanwadi

DOI:

https://doi.org/10.62567/jpi.v2i1.2262

Keywords:

village planning; data-based; community participation; settlement environment; data literacy

Abstract

Village development planning that is not grounded in data can lead to poorly targeted programs, particularly for settlement-environment issues such as solid waste, sanitation, drainage, and neighborhood space quality. This community service program aimed to improve residents’ literacy in data-based planning and strengthen meaningful participation in formulating settlement-environment program proposals. The activity was conducted in Kalijaga Village, Aikmel Subdistrict, East Lombok Regency, on 17 November 2025 as a special village deliberation meeting (Musyawarah Desa Khusus; Musdesus) involving 75 participants representing village stakeholders, including youth and community organizations (Karang Taruna and the Village Community Resilience Institution/Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa; LKMD). A participatory education approach was applied through short lectures, focused discussions, and hands-on proposal drafting using simple minimum data and a standard structure (problem–location–target group–indicators–resource needs). Evaluation was descriptive using facilitator field notes and a proposal-completeness rubric. Of 49 written proposals collected (N=49), 40 (81.6%) met all minimum elements, while 9 (18.4%) were incomplete. The results indicate a shift from general complaints toward more structured proposals with clearer locations, target groups, and basic indicators. Data-based village planning education is a low-cost intervention to improve the quality of community participation outputs and enhance the readiness of proposals for subsequent village planning processes..

References

Andhi, R. R., Susilo, E., & Candra, F. (2024). Desain sistem data potensi desa berbasis android untuk pembangunan wilayah. Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan, 12(3). https://doi.org/10.23960/jitet.v12i3.4944

Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225

Brown, G., & Kyttä, M. (2018). Key issues and priorities in participatory mapping: Toward integration or increased specialization? Applied Geography, 95, 1–8. https://doi.org/10.1016/j.apgeog.2018.04.002

Chambers, R. (1994). The origins and practice of participatory rural appraisal. World Development, 22(7), 953–969. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90141-4

Eprianti, N., Himayasari, N. D., Mujahid, I., & Srisusilawati, P. (2021). Analisis implementasi 3R pada pengelolaan sampah. Jurnal Ecoment Global, 6(2), 179–184. https://doi.org/10.35908/jeg.v6i2.1437

Innes, J. E., & Booher, D. E. (2004). Reframing public participation: Strategies for the 21st century. Planning Theory & Practice, 5(4), 419–436. https://doi.org/10.1080/1464935042000293170

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Lino, M. M., Djani, W., & Neolaka, M. N. B. C. (2025). Pentingnya data dan informasi bagi perencanaan pembangunan desa berkelanjutan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 5(1), 49–58. https://doi.org/10.54082/jamsi.1422

Muluk, M. R. K., Danar, O. R., & Rahmawati, L. (2019). Community participation and development planning in local government level: A study on the formulation of Batu City medium-term development plan. BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, 26(3). https://doi.org/10.20476/jbb.v26i3.11145

Muslih, A. M., Anhar, A., Baihaqi, A., Farida, A., Ar Rasyid, U. H., Yant, L. A., Siregar, A. W., Jamilah, M., Hayati, D., & Rosita, I. (2024). Pemetaan profil desa dengan pendekatan partisipatif masyarakat di Kabupaten Aceh Barat. Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan, 3(1), 54–62. http://dx.doi.org/10.23960/rdj.v3i1.9040

Natalia, G., & Sjaf, S. (2021). Kualitas pembangunan desa berbasis Data Desa Presisi (Kasus: Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat). Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, 5(5), 742–756. https://doi.org/10.29244/jskpm.v5i6.890

Pretty, J. N. (1995). Participatory learning for sustainable agriculture. World Development, 23(8), 1247–1263. https://doi.org/10.1016/0305-750X(95)00046-F

Rendra, M. I., Huda, M. M., Sandy, R. A., Roisewajid, S., Saputra, R. Y., & Abrori, A. N. (2024). Penyusunan peta administrasi desa dengan pemetaan partisipatif untuk mendukung perencanaan dan pembangunan Desa Semambung Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1). http://dx.doi.org/10.25157/ag.v6i1.13741

Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (sebagaimana diubah oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang).

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa).

Rowe, G., & Frewer, L. J. (2000). Public participation methods: A framework for evaluation. Science, Technology, & Human Values, 25(1), 3–29. https://doi.org/10.1177/016224390002500101

Rusdianto, A. S., Trisnaldi, P., Rashif, E. N., Gintings, P. T. J., Kevriando, K., Ghani, A., Apriliani, P. D., Fitriansyah, J., Septiani, R., Puteri, E. D. K., & Sridayanti, I. (2022). Aplikasi model bank sampah berbasis dusun di Desa Binakal sebagai alternatif pengolahan sampah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(6), 719–726. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.795

Sujastiawan, A., Afriansyah, R., & Muslim, M. (2025). Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa: Studi kualitatif Musrenbangdes di Desa Rhee Beru Kecamatan Rhee. Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik, 6(2), 508–514. https://doi.org/10.58406/kapitaselekta.v6i2.2246

Yuningsih, N. Y., & Saefulrahman, I. (2020). Pemutakhiran data profil dan potensi desa berbasis data dasar keluarga. Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1). https://doi.org/10.33061/awpm.v4i1.3321

Yusliana, Y., Pramana, A. Y. E., Ardi, I. A., & Setyawan, K. (2025). Profil desa untuk perencanaan pembangunan desa berbasis data di Padukuhan Kowen II, Timbulharjo, Bantul. I-Com: Indonesian Community Journal, 5(3), 1451–1462. https://doi.org/10.70609/i-com.v5i3.7913

Published

2026-01-31

How to Cite

Isnein Akbar, & Abdulah Muzakkar. (2026). DATA-BASED VILLAGE PLANNING EDUCATION VIA MUSDESUS FOR SETTLEMENT-ENVIRONMENT PROPOSALS IN KALIJAGA. Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI), 2(1), 707–715. https://doi.org/10.62567/jpi.v2i1.2262

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.