BELAJAR MATEMATIKA DARI BUDAYA LOKAL: PENGENALAN SATUAN UKUR TRADISIONAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR

Authors

  • Ayu Yarmayani Universitas Batanghari Jambi
  • Diliza Afrila Universitas Batanghari Jambi
  • Deki Syaputra ZE Universitas Batanghari Jambi
  • Satrio Pamungkas Universitas Batanghari Jambi

DOI:

https://doi.org/10.62567/jpi.v2i1.2155

Keywords:

Belajar Matematika, Budaya Lokal, Satuan Ukur Tradisional

Abstract

Pembelajaran matematika yang bermakna menuntut adanya keterkaitan antara konsep abstrak dengan pengalaman nyata siswa. Salah satu pendekatan yang relevan untuk mencapai tujuan tersebut adalah integrasi matematika dengan budaya lokal. Matematika pada hakikatnya tidak terpisah dari kehidupan manusia melainkan berkembang seiring dengan aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Budaya lokal sebagai konstruksi sosial yang dinamis mencakup sistem nilai, norma, pengetahuan, dan praktik kehidupan yang dapat dimanfaatkan sebagai konteks pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini menelaah pentingnya integrasi satuan ukur tradisional dalam pembelajaran matematika sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Satuan ukur tradisional seperti suku dalam pengukuran emas, tumbuk dalam pengukuran tanah serta canting dan gantang dalam pengukuran beras digunakan sebagai contoh penerapan konsep matematika formal. Konversi satuan emas suku ke satuan baku gram () dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan konsep bilangan desimal dan nilai tempat secara kontekstual. Satuan tumbuk mendukung pemahaman konsep luas dan perkalian, sedangkan canting dan gantang membantu siswa memahami perbedaan satuan baku dan tidak baku serta konserp konversi satuan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemanfaatan satuan ukur tradisional tidak hanya memperkuat pemahaman konseptual matematika, tetapi juga menumbuhkan apresiasi siswa terhadap budaya lokal serta meningkatkan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran.

References

Kozok, Uli. (2006). Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah Naskah Melayu Yang Tertua, Jakarta: Yanassa dan Yayasan Obor Indonesia.

Serepinah, M., & Nurhasanah, N. (2023). Kajian Etnomatematika Berbasis Budaya Lokal Tradisional Ditinjau Dari Perspektif Pendidikan Multikultural. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 13(2), 148–157.

Setiawi, Agustina P., Stefanus, D. I. M., Diana, R. S., &Adelbertus, U. J. (2024). Belajar Satuan Ukur melalui Motif Tenun Sumba: Pendekatan Matematika Kontekstual di SDK Marsudirini Tambolaka. ADI WIDYA: Jurnal Pendidikan Dasar, 9(2),67 – 75.

Sudihartinih, Eyus. (2023). “Kajian Etnomatika: Mengungkap Penggunaan Alat Ukur Beras di Suatu Wilayah di Indramayu”. Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1. hal. 59-70.

Sulistyawati, Eka. (2020). Keefektifan Pendekatan Kontekstual Berbasis Budaya Lokal Ditinjau dari Prestasi, Minat Belajar, dan Apresiasi terhadap Matematika. Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika (JP3M), 6(1), 27 – 42.

ZE, Deki Syaputra ddk,. (2023). Unit of Measure in Tanjung Tanah Codes of Law. Proceeding International Conference on Malay Identity, 4, 126-131.

Published

2026-01-31

How to Cite

Ayu Yarmayani, Diliza Afrila, Deki Syaputra ZE, & Satrio Pamungkas. (2026). BELAJAR MATEMATIKA DARI BUDAYA LOKAL: PENGENALAN SATUAN UKUR TRADISIONAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR. Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI), 2(1), 582–591. https://doi.org/10.62567/jpi.v2i1.2155

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.