ANALISIS RISIKO STUNTING PADA BALITA PASCA BENCANA BANJIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEURAH DUA, KABUPATEN PIDIE JAYA

Authors

  • Nur Mulia Universitas Abulyatama
  • Ambia Nurdin Universitas Abulyatama
  • Ellianufara Universitas Abulyatama

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3169

Keywords:

Stunting, Banjir, Air Bersih, Jamban, Ketahanan Pangan

Abstract

StuntingImerupakanIkondisiIgagalItumbuhIpadaIbalitaIyang ditandaiIdengan tinggiIbadan menurutIumurIkurang dari -2 standarIdeviasiIberdasarkanIstandar World Health Organization (WHO). KondisiIiniIdisebabkanIolehIkekuranganIgiziIkronisIdanIinfeksiIberulang, terutama pada 1.000 hariIpertamaIkehidupan. BencanaIbanjirIberpotensiImeningkatkanIrisikoIstunting melaluiIterbatasnyaIaksesIairIbersih,IsanitasiIyangIburuk, terganggunyaIketahananIpangan rumahItangga, sertaIterbatasnya akses layanan kesehatan. Penelitian iniIbertujuan menganalisis hubunganIdampak bencanaIbanjir denganIpeningkatan risiko stunting pada balita di WilayahIKerja PuskesmasIMeurah Dua KabupatenIPidie Jaya. Penelitian menggunakanImetodeIkuantitatifIdenganIdesain analitikIdan pendekatanIcross-sectional. sempelIpadaIpenelitianIiniIsebanyak 92 balita. VariabelIdependenIadalahIkejadianIstunting, sedangkanIvariabelIindependenImeliputiIketidaktersediaanIair bersih, kondisiIjamban tidak layak, ketahananIpanganIrumahItanggaIyangIburuk, danIaksesIlayanan kesehatan yang buruk. Analisis dataImenggunakanIuji Chi-Square. HasilIpenelitianImenunjukkanIadanya hubungan yangIsignifikanIantaraIketidaktersediaanIair bersih (p = 0.000; OR = 34,417; 95% CI: 9,996–118,496), kondisiIjambanItidak layak (p = 0.000; OR = 81,125; 95% CI: 31,060–1056,217), ketahanan pangan rumah tangga yang buruk (p = 0.000; OR = 69,000; 95% CI: 17,017–279,779), serta akses layanan kesehatan yang buruk (p = 0.004; OR = 4,538; 95% CI: 1,532–13,442) dengan risiko stunting pada balita setelah kejadian banjir. Diharapkan kepada pihak puskesmas agar memperkuat upaya promotif dan preventif melalui penyuluhan tentang sanitasi, penggunaan air bersih, pemenuhan gizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aulia, I. P., Thohari, I., Sari, E., & Hermiyanti, P. (2023). Kondisi Sanitasi Dasar Rumah dan Perilaku Masyarakat Dalam Penggunaan Jamban di RW 08 Kelurahan Ampel Kota Surabaya Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 17(3), 145–155.

Dinkes pidie jaya. (2025). Mencengangkan ! Stunting Pidie Jaya 31 , 6 %, (Issue September).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). SSGI 2024 : Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8%. Jakarta, 26 Mei 2025, 1–3. https://kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198

Kusumawati, R. M., Apriyani, A., Wulandari, K., & Suwignyo, S. (2023).

Hubungan Akses Layanan. Prepotif, 7(1).

Nisa, S. K., Lustiyati, E. D., & Fitriani, A. (2021). Sanitasi Penyediaan Air Bersih dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jppkmi, 2(1), 17–25.

Purwoningsih, I., Apriliyani, L. R., Sabila, N., Alpa, S. M. M., Halim, A., & Pitoewas,

B. (2025). Analisis Komprehensif Faktor-Faktor Pemicu Banjir dan Dampaknya terhadap Ketahanan Sosial Ekonomi Masyarakat di Wilayah Lampung. Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik, 2(2), 1303–1308. https://jurnal.kopusindo.com/index.php/jkhkp

Sugianti, E. (2023). Prevalensi Ketahanan Pangan dan Hubungannya dengan Kejadian Stunting pada Rumah Tangga di Daerah Rawan Pangan. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian Dan Perikanan /, 5.

Word Health Organization. (2025). Levels and Trends in Child Malnutrition.

WHO/World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates, 1–24.

Aulia, I. P., Thohari, I., Sari, E., & Hermiyanti, P. (2023). Kondisi Sanitasi Dasar Rumah dan Perilaku Masyarakat Dalam Penggunaan Jamban di RW 08 Kelurahan Ampel Kota Surabaya Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 17(3), 145–155.

Dinkes pidie jaya. (2025). Mencengangkan ! Stunting Pidie Jaya 31 , 6 %, (Issue September).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). SSGI 2024 : Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8%. Jakarta, 26 Mei 2025, 1–3. https://kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198

Kusumawati, R. M., Apriyani, A., Wulandari, K., & Suwignyo, S. (2023).

Hubungan Akses Layanan. Prepotif, 7(1).

Nisa, S. K., Lustiyati, E. D., & Fitriani, A. (2021). Sanitasi Penyediaan Air Bersih dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jppkmi, 2(1), 17–25.

Purwoningsih, I., Apriliyani, L. R., Sabila, N., Alpa, S. M. M., Halim, A., & Pitoewas,

B. (2025). Analisis Komprehensif Faktor-Faktor Pemicu Banjir dan Dampaknya

terhadap Ketahanan Sosial Ekonomi Masyarakat di Wilayah Lampung. Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik, 2(2), 1303–1308. https://jurnal.kopusindo.com/index.php/jkhkp

Sugianti, E. (2023). Prevalensi Ketahanan Pangan dan Hubungannya dengan Kejadian Stunting pada Rumah Tangga di Daerah Rawan Pangan. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian Dan Perikanan /, 5.

Word Health Organization. (2025). Levels and Trends in Child Malnutrition.

WHO/World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates, 1–24.

Published

2026-09-02

How to Cite

Mulia, N., Nurdin, A., & Ellianufara, E. (2026). ANALISIS RISIKO STUNTING PADA BALITA PASCA BENCANA BANJIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEURAH DUA, KABUPATEN PIDIE JAYA. Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE), 2(3), 1373–1380. https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3169

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.