PENGARUH RENDAMAN AIR LAUT TERHADAP KERUSAKAN JALAN ASPAL AC-BC

Authors

  • Zahra Febrianti Politeknik Negeri Bengkalis
  • Lizar Politeknik Negeri Bengkalis

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3101

Keywords:

AC-BC, Kerusakan Jalan, Karakteristik Marshall, Perendaman

Abstract

Jalan raya merupakan infrastruktur vital dalam mendukung pergerakan ekonomi, namun rentan mengalami kerusakan akibat rendaman air laut, terutama didaerah pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh rendaman air laut terhadap kerusakan jalan aspal AC-BC melalui uji perendaman berkelanjutan dengan mempertimbangkan karakteristik material konstruksi dan kondisi lingkungan pesisisr. Semua material penyusun, termasuk agregat kasar, agregat halus, filler, dan aspal, telah memenuhi spesifikasi teknis Bina Marga 2018. Pengujian dilakukan pada campuran dengan variasi kadar aspal (4%–6%) untuk menentukan kadar optimal dan mengevaluasi ketahanan terhadap perendaman dan suhu tinggi. Hasil menunjukkan bahwa kadar aspal 5,5% merupakan satu-satunya yang memenuhi seluruh parameter Marshall sesuai standar, seperti stabilitas (1401,73 kg), flow (3,5 mm), MQ (403,86 kg/mm), VMA (15,27%), VITM (3,01%), dan VFWA (74,73%). Ujiperendaman air laut menunjukkan bahwa rendman air laut dan pengaruh suhu berdampak negatif terhadap stabilitas dan durabilitas campuran. Stabilitas turun dari 2458,82 menjadi 2430,35 kg dan MQ dari 921,65 ke 677,65 selama 30 hari perendaman, sementara flow meningkat, mengindikasikan pelunakan campuran. Perubahan signifikan juga terjadi pada nilai void, termasuk VITM yang turun dari 5,82% ke 5,18% menandakan pori terisi air dan menurunnya daya lekat antar butiran. Temuan ini menegaskan bahwa paparan air mempercepat degradasi struktural campuran aspal dalam jangka panjang, sehingga perencanaan drainase dan pemilihan material tahan air menjadi krusial dalam konstruksi jalan dan pemeliharaan jalan pesisir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Batubara, H., Putra, S.A., Abrar, A., & Srihandayani, S. (2024). Pengaruh Rendaman Air Laut pada Mutu Campuran Aspal Terhadap Karakteristik Marshall'. Jurnal Slump Test.

Departemen Pekerjaan Umum. (2007). Manual Perencanaan Perkerasan Jalan Baru. Direktorat Jenderal Bina Marga, Jakarta.

.Direktorat Jenderal Bina Marga. (2018). Spesifikasi Teknis Umum Bina Marga untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan (Revisi 2). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta.

Fasya, M.R.F. (2025). Pengaruh Genangan Air Terhadap Kerusakan Jalan Aspal Pada Lapisan AC-BC. Tugas Akhir tidak diterbitkan, Politeknik Negeri Bengkalis.

Muslim, W., & Wicaksono, A. (2017). Pengaruh Rendaman Air Laut Terhadap Karakteristik Marshall Campuran AC-BC. Jurnal Teknik Sipil.

Naqamukti, A., dkk. (2024). Peran Jalan Raya dalamPerkembangan Ekonomi Daerah Pesisir'. Jurnal Infrastruktur Transportasi

Novita, D. (2017). Analisis Durabilitas Campuran Aspal AC-BC. Akibat Perendaman Air. Jurnal Rekayasa Teknik Sipil.

Sastra, M. (2015). Karakteristik Marshall Pada Campuran Asphaltic Concrete Pemeliharaan Jalan Dalam Kota Bengkalis'. Jurnal Teknik Sipil Polbeng

Yesky, Y. (2021). Pengaruh Air Berlumpur Terhadap Stabilitas Campuran AC-BC. Jurnal Teknik Sipil.

Direktorat Jenderal Bina Marga. (2020). Surat Edaran Dirjen Bina Marga No. 16/1/D/2020 tentang Spesifikasi Umum Revisi 2.Kementerian PUPR, Jakarta.

Published

2026-09-30

How to Cite

Febrianti, Z., & Lizar, L. (2026). PENGARUH RENDAMAN AIR LAUT TERHADAP KERUSAKAN JALAN ASPAL AC-BC. Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE), 2(3), 1859–1862. https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i3.3101

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.