INTEGRASI SPIRITUALITAS HENDRICUS LEVEN DAN DIMENSI SPIRITUALITAS KEHIDUPAN

Authors

  • Lucius Adrianus Mada Kewuren Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka
  • Magdalena Tulin Jawan Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i1.2226

Keywords:

Hendricus Leven, Spiritualisme Integratif, Dimensi Kehidupan, Keutuhan Eksistensial, Holistik.

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi spiritualitas Hendricus Leven ke dalam dimensi-dimensi kehidupan modern sebagai upaya mengatasi krisis makna dan dikotomi eksistensial di abad ke-21. Di tengah disrupsi teknologi dan materialisme yang memicu kekosongan batin poverty of spirit, pemikiran Leven menawarkan paradigma spiritualitas yang inklusif dan holistik. Masalah utama yang diangkat adalah adanya pemisahan tajam antara ritus keagamaan dengan perilaku sosial dan praktis dalam masyarakat kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah untuk merekonstruksi konstruksi pemikiran Leven serta menganalisis integrasinya dalam dimensi intrapersonal, interpersonal, ekologis, dan transedental guna menciptakan keseimbangan hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur library research. Analisis dilakukan melalui teknik analisis konten terhadap karya-karya mengenai Hendricus Leven serta sintesis teoritis dengan literatur spiritualitas kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas Leven merupakan sebuah “cara berada” way of being yang menjembatani jurang antara hal sakral dan profan. Secara intrapersonal, Leven menekankan pentingnya keheningan produktif untuk integritas diri. Dalam dimensi interpersonal, ia mewujudkan solidaritas dan belaras sebagai bentuk ibadah nyata. Pada dimensi ekologis, pemikirannya memandang alam sebagai ruang sakral yang haris dijaga, sementara secara transedental, ia menekankan kehadiran Tuhan dalam tugas keseharian yang sederhana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi spiritualitas Leven memberikan peta jalan bagi manusia modern untuk mencapai keutuhan eksistensial. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya transformasi gaya hidup yang lebih sadar dan bertanggung jawab, di mana pelayanan kepada sesama dan alam menjadi manifestasi iman yang hidup. Nilai-nilai ini direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan karakter demi terciptanya masyarakat yang labih humanis dan spiritual.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Budi, A. (2021). "Jejak Misi Hendricus Leven di Nusa Tenggara." Jurnal Teologi Kontekstual, 5(1), 12-28.

Frankl, V. E. (2006). Man's Search for Meaning. (Sebagai pembanding teori makna hidup).

Leven, H. (2012). Spiritualitas Manusia Modern. Jakarta: Pustaka Pelita.

Leven, H. (2014). Eksistensi dan Spiritualitas. Bandung: Kanisius.

Miller, R. (2017). Ecospirituality: Earth-centered Consciousness. Chicago: University Press.

Parker, M. (2020). Modern Spirituality and Human Development. London: Sage.

Rahner, K. (1971). Theological Investigations. (Konsep tentang transendensi dalam keseharian).

Susanto, H. (2022). "Integrasi Iman dan Amal: Refleksi Atas Pemikiran Leven." Jurnal Rohani, 9(3), 101-115.

Thompson, L. (2019). "Interpersonal Spirituality in Contemporary Society." Journal of Humanistic Studies, 11(2), 45-60.

Published

2026-01-31

How to Cite

Lucius Adrianus Mada Kewuren, & Magdalena Tulin Jawan. (2026). INTEGRASI SPIRITUALITAS HENDRICUS LEVEN DAN DIMENSI SPIRITUALITAS KEHIDUPAN. Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE), 2(1), 1141–1145. https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i1.2226