SPIRITUALITAS HENRICUS LEVEN : KEHIDUPAN BERAKAR PADA IMAN DAN PELAYANAN

Authors

  • Philipus Penana Ruron Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka
  • Fransiskus Xaverius Leo Baur Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i1.2178

Keywords:

spiritualitas, henricus leven, kehidupan, iman, pelayanan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis spiritualitas Henricus Leven serta relevansinya bagi kehidupan iman dan pelayanan gereja masa kini. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena menurunnya kedalaman spiritualitas umat Kristen, khususnya generasi muda, di tengah pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi yang menggeser orientasi hidup ke arah individualisme dan hedonisme. Henricus Leven dipandang sebagai figur historis yang menampilkan spiritualitas holistik — berakar pada iman yang mendalam, diwujudkan dalam pelayanan sosial, dan berorientasi pada komunitas marginal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta inferensial (korelasi dan regresi sederhana). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi jemaat terhadap spiritualitas Leven berada pada kategori tinggi (M = 4,32) dengan hubungan positif yang signifikan antara pemahaman spiritualitas dan relevansinya terhadap pelayanan gereja masa kini (r = 0,67; p < 0,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik pemahaman jemaat terhadap nilai iman dan pelayanan Leven, semakin tinggi pula apresiasi mereka terhadap penerapannya dalam konteks modern. Secara praktis, spiritualitas Henricus Leven dipersepsikan sebagai model hidup beriman yang autentik dan kontekstual, mampu menginspirasi pelayanan gereja yang humanis, transformatif, dan berakar pada iman yang hidup.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chittister, J. (2010). The radical Christian life: A year with Saint Benedict. Liturgical Press.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Etikan, I. (2016). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1–4.

Hariyanto. (2023). Integrating technology and spirituality: Church leadership in the 5.0 era. Indonesian Journal of Religion, 3(1), 45–60.

Manao, M. L., Manao, M., Purba, A., & Nainggolan, A. M. (2022). Spiritualitas dan urgensi pemuridan bagi generasi milenial. DIDASKALIA: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 3(1), 11–25.

Schneiders, S. M. (2005). Spirituality in the academy. Theological Studies, 56(4), 676–697.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tangen, K. (2020). Spiritual practices in Christian communities: Formation and transformation. Journal of Spiritual Formation, 15(2), 145–160.

Tavakol, M., & Dennick, R. (2011). Making sense of Cronbach's alpha. International Journal of Medical Education, 2, 53–55.

Waaijman, K. (2002). Spirituality: Forms, foundations, methods. Peeters Publishers.

Published

2026-01-31

How to Cite

Philipus Penana Ruron, & Fransiskus Xaverius Leo Baur. (2026). SPIRITUALITAS HENRICUS LEVEN : KEHIDUPAN BERAKAR PADA IMAN DAN PELAYANAN. Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE), 2(1), 828–832. https://doi.org/10.62567/ijosse.v2i1.2178

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.