EPISTEMOLOGI ISLAM (Akal, Indra, Hati Dalam Kesatuan Pengetahuan Dan Implementasi Dalam Pemahaman Dan Pengetahuan Ilmu Di Madrasah Ibtidaiyah)

Authors

  • Firdaus Jimmy Pasaribu Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Sri Murhayati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijis.v2i1.1935

Keywords:

Epistemologi Islam, Akal, Indra, Hati, Madrasah Ibtidaiyah.

Abstract

Epistemologi Islam memiliki karakteristik khas yang membedakannya dari epistemologi Barat karena menempatkan akal, indra, dan hati (qalb) sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi dalam memperoleh pengetahuan, dengan wahyu sebagai landasan utamanya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep epistemologi Islam melalui integrasi akal, indra, dan hati serta menganalisis implementasinya dalam pemahaman dan pengajaran ilmu di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap sumber-sumber klasik dan kontemporer yang relevan dengan epistemologi Islam dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa akal berperan dalam proses berpikir rasional dan analitis, indra berfungsi sebagai sarana empiris dalam memahami realitas, sementara hati menjadi pusat kesadaran spiritual dan moral. Integrasi ketiga instrumen pengetahuan tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam pendidikan Madrasah Ibtidaiyah guna membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki keimanan, kepekaan spiritual, dan akhlak mulia. Dengan demikian, epistemologi Islam dapat menjadi landasan filosofis dalam pengembangan pembelajaran yang holistik dan berorientasi pada pembentukan insan berilmu dan berkarakter.

References

A. A. (1999). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi. Logos, Jakarta, 56.

Al-Ghazali. (Jilid III). Ihya’ ‘Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Fikr, t.t.: Beirut: Dar al-Fikr, t.t.

Al-Qur'an Karim

Atus-Sholikah, D. N. (2022). Filsafat Empirisme Kontribusi dan Dampaknya pada Perkembangan Penelitian . Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan , 306-312.

F. M. (2000). A History of Islamic Philosophy. New York: Columbia University Press.

H. N. (1995). Filsafat dan Mistisisme dalam Islam. Bulan Bintang, Jakarta, 89.

K. F. (2024). Epistemological Questions: Hubugan Akal, Pengindraan, Wahyu, dan Intuisi pada pondasi . (Journal of education research, 570-575.

M. K. (2003). Pengantar Epistemologi Islam. Mizan Bandung, 45.

N. F. (2023). Metodologi Pemikiran Rene Descartes (Rasionalisme) Dan David Hume (Empirisme) Dalam Pendidikan Islam. Risalah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 1007-120.

S. H. (2009, September 30). Memahami Epistemologi Islam. Retrieved from Hidayatullah: https://hidayatullah.com/kajian/tazkiyatun-nafs/2009/09/30/1222/memahami-epistemologi-islam.html

Published

2026-01-21

How to Cite

Firdaus Jimmy Pasaribu, & Sri Murhayati. (2026). EPISTEMOLOGI ISLAM (Akal, Indra, Hati Dalam Kesatuan Pengetahuan Dan Implementasi Dalam Pemahaman Dan Pengetahuan Ilmu Di Madrasah Ibtidaiyah). Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS), 2(1), 202–207. https://doi.org/10.62567/ijis.v2i1.1935

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.