PENGUATAN LITERASI DAN KESEHATAN DIGITAL ANAK MELALUI PROGRAM EDUKASI “SEHAT DI RUANG DIGITAL” BERBASIS DARING

Authors

  • Dwi Kartikawati Universitas Nasional
  • Nurhasanah Universitas Nasional
  • Abdul Wahid Mumtazan Universitas Nasional

DOI:

https://doi.org/10.62567/jpi.v2i1.2328

Keywords:

literasi digital, Kesehatan , anak-anak, pengabdian masyarakat

Abstract

Penggunaan gadget dan media sosial pada anak meningkat pesat, namun belum diikuti dengan kemampuan literasi dan kesehatan digital yang memadai. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko seperti paparan konten tidak layak, interaksi dengan orang asing di internet, serta penggunaan screen time berlebihan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak mengenai sehat di ruang digital dengan memberikan  literasi digital, keamanan digital, dan penggunaan gadget sehat. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan melibatkan 20 anak RPTRA Malinjo Jakarta Selatan sebagai peserta utama, dua dosen Unas sebagai fasilitator, dan satu mahasiswa sebagai pendamping teknis. Metode yang digunakan adalah edukatif interaktif melalui penyampaian materi visual, video edukatif, diskusi partisipatif, simulasi kasus sederhana (learning by doing). Evaluasi dilakukan dengan melalui observasi partisipasi peserta, serta refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai batasan screen time sehat, etika berinternet, dan cara menjaga keamanan digital, yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test serta keaktifan peserta selama kegiatan. Selain itu, pengelola RPTRA memperoleh modul literasi digital sebagai panduan implementasi lanjutan. Program ini juga menghasilkan komitmen awal peserta untuk menerapkan perilaku penggunaan gadget yang lebih sehat. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif sebagai upaya edukasi preventif berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi dan kesehatan digital anak. Program berpotensi direplikasi pada komunitas serupa dengan pendekatan partisipatif dan media pembelajaran interaktif.

References

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2022). Kota/Kabupaten Layak Anak dan pengembangan ruang publik ramah anak. Jakarta: KemenPPPA.KK

Kurnia, N., & Astuti, S. I. (2017). Peta gerakan literasi digital di Indonesia: Studi tentang pelaku, ragam kegiatan, kelompok sasaran dan mitra. Jurnal Informasi, 47(2), 149–166.

Livingstone, S., & Stoilova, M. (2021). The 4Cs: Classifying online risk to children. London School of Economics.

Pratiwi, N., & Pritanova, N. (2017). Pengaruh literasi digital terhadap psikologis anak dan remaja. Jurnal Ilmu Komunikasi, 15(2), 147–160.

Ribble, M. (2022). Digital citizenship in schools (3rd ed.). International Society for Technology in Education.

UNESCO. (2021). Digital literacy global framework. Paris: UNESCO.

UNICEF. (2023). Children in a digital world: Opportunities and risks. New York: UNICEF.

Published

2026-01-31

How to Cite

Dwi Kartikawati, Nurhasanah, & Abdul Wahid Mumtazan. (2026). PENGUATAN LITERASI DAN KESEHATAN DIGITAL ANAK MELALUI PROGRAM EDUKASI “SEHAT DI RUANG DIGITAL” BERBASIS DARING . Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI), 2(1), 870–877. https://doi.org/10.62567/jpi.v2i1.2328

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.