INTEGRASI ISLAM DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

Authors

  • Lisa Amelia Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Kadar M. Yusuf Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijis.v2i1.1806

Keywords:

Integrasi, Sains, Kimia

Abstract

Ilmu kimia merupakan salah satu kontribusi penting yang diwariskan oleh para ilmuwan Muslim pada masa keemasan peradaban Islam, yang diakui oleh sejarawan Barat sebagai dasar bagi perkembangan ilmu kimia modern. Jabir Ibnu Hayyan, yang dikenal sebagai "Bapak Kimia Modern," dan tokoh lainnya seperti Al-Razi telah memberikan sumbangan signifikan dalam pengembangan teknik dan penemuan senyawa kimia penting. Al- Qur'an juga memberikan pandangan mengenai ilmu kimia, dengan penjelasan tentang unsur-unsur seperti besi dan konsep atom yang disebut "zarrah." Untuk memahami hubungan antara ilmu kimia dan Islam, serta untuk mengintegrasikan pengetahuan sains dengan nilai-nilai agama. Integrasi dalam pembelajaran kimia merupakan pendekatan pembelajaran yang mengaitkan konsep-konsep kimia dengan disiplin ilmu lain serta dengan konteks kehidupan sehari-hari guna menciptakan pembelajaran yang bermakna dan relevan. Pembelajaran kimia yang disajikan secara terpisah dan berorientasi pada hafalan konsep sering kali menyebabkan rendahnya pemahaman, motivasi, dan keterampilan berpikir peserta didik. Oleh karena itu, penerapan integrasi pembelajaran kimia menjadi penting untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji pentingnya integrasi dalam pembelajaran kimia serta perannya dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan sikap ilmiah peserta didik.Tujuan artikel ini untuk mengembangkan model integrasi antara kimia dan islam untuk mendapatkan materi kimia terintegrasi keislaman. Materi kimia terintegrasi keislaman memperkaya khasanah keilmuan yang berkembang di lingkungan masyarakat pendidikan islam.

References

Sudjana, N. (2010). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Hamalik, O. (2011). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Suyanto & Jihad, A. (2013). Menjadi Guru Profesional. Jakarta: Erlangga.

Trianto. (2011). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.

Rusman. (2014). Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Mulyasa, E. (2017). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Susanto, A. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.

Kemendikbud. (2020). Panduan Pembelajaran Abad 21. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Abidin, Y. (2021). Pembelajaran Multiliterasi. Bandung: Refika Aditama.

Widodo, A. (2020). Pembelajaran IPA Terpadu. Bandung: UPI Press.

Mulyasa, E. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Anas, N., Alwi, E. A. Z. E., Razali, M. H. H., Subki, R. N., & Bakar, N. A. A. (2013). The Integration of Knowledge in Islam : Concept. 13(10), 50–55.

Aqsha, M., Ramlee, L., Abdullah, M., & Lampoh, A. (2009). Integrated Islamic Education in Brunei Darussalam: Philosophical Issues and Challenges. Journal of Islamic and Arabic Education, 1(2), 51–60.

M. Purba, Kimia untuk SMA/MA Kelas X–XII (Jakarta: Erlangga, 2006), hlm. 12.

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya (Jakarta: LPMQ, 2019), QS. Ali Imran:190.

Published

2026-01-12

How to Cite

Lisa Amelia, & Kadar M. Yusuf. (2026). INTEGRASI ISLAM DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN KIMIA. Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS), 2(1), 139–147. https://doi.org/10.62567/ijis.v2i1.1806