EDUPRENEURSHIP SEBAGAI STRATEGI PENDIDIKAN DALAM MEMBANGUN KREATIVITAS WIRAUSAHA ISLAMI

Authors

  • Minatu Dhorifah UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Dewi Fatimah Azzahra UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Padmisari Kumara UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Reva Indah Lestari UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Ferida Rahmawati UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.62567/ijis.v1i2.1497

Keywords:

edupreneurship, kreativitas, wirausaha Islami, pendidikan, inovasi

Abstract

Rendahnya minat untuk berwirausaha di kalangan anak muda menimbulkan kebutuhan akan pendidikan yang dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan mulai dari usia dini, bukan sekadar sebagai tambahan keterampilan tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan karakter. Artikel ini membahas peran edupreneurship sebagai metode pendidikan dalam menciptakan kreativitas wirausaha Islami dengan pendekatan kajian pustaka. Analisis akan berfokus pada pengertian edupreneurship, integrasi nilai-nilai Islam dalam kewirausahaan, serta cara yang dapat digunakan untuk menilai kreativitas wirausaha di sekolah. Kajian literatur dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai sumber akademis untuk memperkirakan kekuatan dan kelemahan penerapan program edupreneurship, termasuk dalam hal kurikulum, desain pembelajaran, kegiatan praktik seperti bazar sekolah, pembuatan produk, pemasaran digital, serta penerapan alat untuk mengembangkan kreativitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa edupreneurship memiliki potensi besar untuk meningkatkan kreativitas wirausaha Islami jika diintegrasikan ke semua mata pelajaran, dijalankan secara teratur, dan didukung oleh alat evaluasi yang jelas. Tanpa dukungan tersebut, klaim keberhasilan dalam membentuk kreativitas bersifat deskriptif dan sulit untuk digeneralisasi. Sebagai kesimpulan, penguatan edupreneurship harus diarahkan pada pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis bukti agar dapat secara efektif membentuk generasi wirausaha Islami yang kreatif, beretika, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Abstrak dibuat dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Abstrak memuat secara singkat tentang latar belakang, tujuan, metode penelitian, hasil penelitian, dan kesimpulan penelitian. Abstrak berisi maksimum 250 kata, spasi tunggal ditulis dengan huruf miring (Italic) bagi abstrak Bahasa Inggris. Di bawah abstrak dicantumkan kata kunci yang terdiri atas maksimum enam kata, dimana kata pertama adalah yang terpenting. Abstrak dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan dari bahasa Inggris. Editor berhak untuk mengedit abstrak demi alasan kejelasan isi abstrak.

References

Arma, O. P., Daroe, & Iswatiningsih. (2025). Analisis Pembelajaran Berbasis Konsep. Sibatik Journal, 4(5), 595–614.

Machali. (2012). Pengalaman Implementsi Pendidikan KewirausahaandiSekolah dan Universitas. Tim Penelitian Program DPP Bakat Minat Dan Ketramplan FTIK UIN Sunan Kalijaga Bekerjasama Dengan Aura Pustaka.

Mutiara, I., & Prayogi, A. (2024). Pembentukan Kreativitas Wirausaha Islami melalui Program Edupreneurship di SMP Islam Pekalongan. Jurnal Pendidikan IPS, 5(ISSN. 2301-7732), 10–22.

Tuzzuhro, F. et, & al. (2023). PEMBERDAYAAN EDUPRENEURSHIP DI PERGURUAN: MENGINTEGRASIKAN KREATIVITAS, KEWIRAUSAHAAN, DAN PENDIDIKAN BERBASIS INOVAS. 11(2), 103–110.

Published

2025-12-03

How to Cite

Minatu Dhorifah, Dewi Fatimah Azzahra, Padmisari Kumara, Lestari, R. I., & Ferida Rahmawati. (2025). EDUPRENEURSHIP SEBAGAI STRATEGI PENDIDIKAN DALAM MEMBANGUN KREATIVITAS WIRAUSAHA ISLAMI. Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS), 1(2), 542–547. https://doi.org/10.62567/ijis.v1i2.1497

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.