PERAN MAHASISWA KKN POSKO 22 DALAM PENYUSUNAN PETA DAN JALUR EVAKUASI SEBAGAI UPAYA PENGUATAN DESA TANGGUH BENCANADI DESA BUNTU BARANA
DOI:
https://doi.org/10.62567/jpi.v2i1.1783Keywords:
KKN, peta evakuasi, jalur evakuasi, Desa Tangguh Bencana, kesiapsiagaan bencana, perubahan iklim.Abstract
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 22 yang dilaksanakan di Desa Buntu Barana, Kecamatan Suli Barat, bertujuan untuk memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi risiko bencana melalui penyusunan peta evakuasi dan penetapan jalur evakuasi. Desa ini memiliki tingkat kerentanan terhadap bencana, seperti tanah longsor dan banjir, yang semakin meningkat akibat perubahan iklim. Kegiatan dilakukan menggunakan metode observasi lapangan, pemetaan titik rawan, wawancara dengan perangkat desa, dan partisipasi masyarakat dalam merancang jalur evakuasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa KKN berhasil menghasilkan peta evakuasi yang akurat dan mudah dipahami, memasang papan jalur evakuasi, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi. Program ini berkontribusi positif terhadap kesiapsiagaan desa dan memperkuat elemen Desa Tangguh Bencana. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa KKN dapat menjadi katalisator dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana di tingkat desa.
References
Aldunce, P., Beilin, R., Handmer, J., & Howden, M. (2015). Resilience for disaster risk management in a changing climate. Environmental Hazards, 14(2), 103–121. https://doi.org/10.1080/17477891.2014.1002515
BNPB. (2012). Pedoman pembentukan Desa Tangguh Bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Cutter, S. L., Burton, C. G., & Emrich, C. T. (2010). Disaster resilience indicators for benchmarking baseline conditions. Journal of Homeland Security and Emergency Management, 7(1), 1–22. https://doi.org/10.2202/1547-7355.1732
Djalante, R., Thomalla, F., Sinapoy, M. S., & Carnegie, M. (2012). Building resilience to natural hazards: Practices and lessons from Indonesia. International Journal of Disaster Resilience in the Built Environment, 3(2), 131–144. https://doi.org/10.1108/17595901211245236
Gall, M. (2013). From social vulnerability to resilience: Measuring progress towards disaster risk reduction. UNU-EHS Publication Series, 1–45.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2012). Peraturan Menteri Sosial Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat. Kementerian Sosial RI.
Lassa, J. A. (2011). Institutional vulnerability and governance of disaster risk reduction: Macro, meso and micro scale assessment. International Journal of Disaster Risk Science, 2(3), 1–15. https://doi.org/10.1007/s13753-011-0012-5
Lindell, M. K., & Perry, R. W. (2012). Behavioral foundations of community emergency planning. Hemisphere Publishing.
Shaw, R. (2006). Community-based disaster risk management in Asia: Practices and challenges. Disaster Prevention and Management, 15(1), 27–36. https://doi.org/10.1108/09653560610654264
United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2020). Disaster risk reduction: Strategies and guidelines for community resilience. UNDRR.
Wisner, B., Blaikie, P., Cannon, T., & Davis, I. (2004). At risk: Natural hazards, people's vulnerability and disasters (2nd ed.). Routledge.
World Bank. (2010). Climate change and disaster risk reduction in Indonesia. The World Bank.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pahira, Suci Handayani Halim, Siti Nurhijrah, Mawar Indah Lestari, Ananda Harun, Diah Indra Astuti, Rahma Nita, Ana Maria, Putri Sumayya, Atnan Mahas, Abd Rafli Kasim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













